- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Bentuk Satgas Pengawasa...
AS Bentuk Satgas Pengawasan “AI”
Kamis, 08 Okt 2026, 18:55 WIBWASHINGTON DC â Amerika Serikat (AS) membentuk satuan tugas baru untuk menilai risiko yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI). Selain itu juga akan mengkaji tanggung jawab pemerintah federal terhadap perkembangan teknologi AI.
Dilansir dari The Business Times, Kamis (8/10), satuan tugas tersebut akan menyusun laporan dalam waktu 120 hari. Tujuannya untuk memberikan gambaran mengenai risiko AI serta peran pemerintah dalam mengawasi teknologi tersebut.
Satuan tugas itu akan dipimpin oleh Direktur Intelijen Nasional AS, Jay Clayton. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan posisi tersebut menjadikannya sebagai pejabat utama pemerintahan Presiden Donald Trump yang menangani AI.
Clayton akan memimpin kelompok yang bertugas memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam teknologi superintelligence. Trump meminta pembentukan kelompok tersebut untuk mempertahankan keunggulan AS dalam pengembangan AI.
Presiden AS itu juga menekankan agar kepentingan masyarakat AS menjadi prioritas. Satuan tugas tersebut diberi nama âSuper Intelligence Forceâ, istilah yang disukai Trump untuk menggambarkan teknologi AI.
Pembentukan satgas berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko keamanan yang ditimbulkan AI. Namun, Trump sebelumnya menolak seruan untuk menerapkan regulasi baru terhadap teknologi tersebut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengkritik peringatan sejumlah tokoh terkemuka di bidang AI mengenai risiko eksistensial yang ditimbulkannya. Menurut dia, peringatan tersebut berlebihan dan tidak membantu.
Bessent menyerukan agar industri AI melakukan pengawasan secara mandiri dan menghasilkan solusi untuk menghadapi berbagai risiko teknologi. Menurut dia, perusahaan AI harus menerima tanggung jawab atas teknologi yang mereka kembangkan.
Pembentukan âSuper Intelligence Forceâ menunjukkan Pemerintah AS tengah mengkaji kembali pendekatan terhadap perkembangan AI. Laporan yang akan disusun tersebut akan menjadi bahan pembahasan terkait risiko AI dan peran pemerintah dalam pengawasannya. ils/I-1
- Kecerdasan Artifisial
- Super Intelligence Force (SIF)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Trump Bentuk Pasukan Intelejen Super untuk Perkuat Dominasi AS di AI
-
Meski Dukung Arab Saudi, AS Tetap Tak Lancarkan Serangan Ofensif ke Yaman
-
Rp26,8 Miliar Dana IJD untuk Sawahlunto, Jalan Diperbaiki demi Lancarkan Mobilitas Warga.
-
Wali Kota Makassar Minta Ojek Bebas Ganjil-Genap di SPBU, Ini Alasannya
-
Film Resident Evil Terbaru Bawa Nuansa Gim ke Layar Lebar, Fokus Horor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.