Cegah Stunting, Dinkes Baubau Manfaatkan Aplikasi REMILA

Kamis, 08 Okt 2026, 14:13 WIB

KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), memanfaatkan aplikasi REMILA sebagai sarana digitalisasi surveilans kesehatan remaja guna memperkuat upaya pencegahan stunting di daerah tersebut.

Kepala bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Baubau, Djainuddin Ishak, di Kendari, Kamis (08/10), mengatakan bahwa pemanfaatan aplikasi tersebut dievaluasi melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memantau progres pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan kesehatan remaja di Posyandu maupun sekolah.

Ket. Foto: Pelaksanaan Monev penelitian PTUT di Baubau, Sulawesi Tenggara. — Sumber: ANTARA

"Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis, diinterpretasikan, dan didiseminasikan sebagai baseline data. Informasi tersebut menjadi pijakan penting dalam perumusan kebijakan intervensi gizi terpadu guna memutus rantai stunting sejak usia remaja," kata Djainuddin.

Ia menyebutkan bahwa penerapan aplikasi REMILA atau remaja milenial sehat tersebut diharapkan mampu menghasilkan data akurat mengenai status gizi remaja, prevalensi anemia, kurang energi kronis (KEK), serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD).

"Kegiatan monev penelitian terapan unggulan perguruan tinggi bertajuk Surveilans Kesehatan Remaja di Posyandu Menggunakan Aplikasi REMILA sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kota Baubau," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa monev ini melibatkan para pemegang program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dari seluruh puskesmas se-Kota Baubau, serta tim kerja bidang kesmas yang membidangi gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA) Dinas Kesehatan Kota Baubau.

"Melalui integrasi data surveilans digital ini, intervensi dini terhadap status kesehatan calon orang tua di Kota Baubau diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan," ungkap Djainuddin Ishak.

Ia menambahkan bahwa langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dari para tenaga kesehatan dan kader di lapangan karena kehadiran teknologi REMILA dinilai sangat mempermudah proses pemantauan kesehatan remaja secara akurat dan efisien.

Pemerintah Kota Baubau optimistis bahwa sinergi kuat antara akademisi, tenaga medis, dan masyarakat ini akan membawa dampak positif yang signifikan dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat, bebas anemia, dan terbebas dari ancaman stunting di masa depan.

  • Dinkes Kota Baubau
  • Aplikasi REMILA

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.