Pemkot Bengkulu Kembangkan Budidaya Magot Guna Urai Sampah Organik
Rabu, 30 Sep 2026, 15:37 WIBKOTA BENGKULU -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus menggalakkan seluruh kelurahan di wilayah tersebut untuk menjalankan program budidaya maggot sebagai solusi untuk mengurai atau mengurangi sampah organik.
"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, magot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin di Bengkulu, Rabu.
Metode penguraian berbasis biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) tersebut, kata dia, jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode pengomposan konvensional yang membutuhkan waktu lama.
Dengan adanya program inovatif yang dirancang terintegrasi dengan sistem ekonomi sirkular, tambah dia, dapat memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ia menyebut bahwa program budidaya magottersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menyasar sektor ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara luas.
Sebab, melalui sistem ekonomi sirkular, sampah yang dulunya dianggap sebagai masalah kini dialihkan menjadi sumber daya baru yang produktif.
"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi magot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," ujar dia.
Guna memastikan program budidaya magot tersebut terus berjalan, maka DLH Kota Bengkulu bergerak aktif menggandeng pihak akademisi dan berbagai komunitas lingkungan.
Dia menerangkan bahwa dengan adanya kolaborasi tersebut dapat memberikan edukasi dan pendampingan teknis secara langsung kepada warga di lapangan agar mereka dapat mengelola budidaya magotsecara mandiri.
"Pemerintah berharap program ini dapat terus mereplikasi ke wilayah lain sehingga target pengurangan sampah kota dapat tercapai secara optimal," katanya.
Diketahui, program budidaya magotsaat ini telah digalakkan di sejumlah wilayah strategis di Kota Bengkulu seperti Kelurahan Tebeng, Kelurahan Lingkar Barat, Kelurahan Sawah Lebar, Kelurahan Sukarami, Kelurahan Padang Serai, Kelurahan Tanah Patah, dan Kelurahan Jalan Gedang.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
IPB Bidik Ekonomi Sirkular Lewat Bisnis Maggot Plasma-Inti
-
BMKG: Sulawesi Tenggara Masuki Musim Kemarau Secara Bertahap Juni–Agustus 2026
-
Pesta 8 Gol! Ajax Tundukkan Sion 5-3 dalam Duel Sengit Liga Conference
-
Bukan Libur Sekolah! Ini Dua Pola Belajar yang Dipakai Pemkot Jambi Saat Kabut Asap
-
Pemulung budi daya maggot untuk pakan ternak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.