- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pariwisata Sepi, Laju Ekon...
Pariwisata Sepi, Laju Ekonomi Kamboja Terancam Melambat
Rabu, 30 Sep 2026, 16:02 WIBPHNOM PENH - Pertumbuhan ekonomi Kamboja diperkirakan akan melambat menjadi 3 persen pada 2026 dari 5,3 persen pada 2025, dipicu oleh melonjaknya biaya energi, melemahnya sektor pariwisata, dan menurunnya remitansi, demikian disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (29/9).
Negara di Asia Tenggara tersebut, yang sangat bergantung pada ekspor garmen, alas kaki, dan perlengkapan perjalanan, serta sektor pertanian, pariwisata, dan real estat, menghadapi semakin banyak tantangan dari dalam negeri maupun global.
"Pertumbuhan diperkirakan akan melambat menjadi 3 persen pada 2026 sebelum pulih menjadi 4 persen pada 2027, yang mencerminkan biaya energi yang lebih tinggi, melemahnya sektor pariwisata dan remitansi, melambatnya ekspor garmen, permintaan domestik yang lesu, serta kondisi keuangan yang semakin ketat," papar IMF dalam sebuah rilis pers.
"Inflasi diperkirakan akan tetap tinggi di level 5,6 persen pada 2026 sebelum mereda seiring normalisasi harga energi," tambah IMF.
Defisit transaksi berjalan diproyeksikan akan melebar tajam, meski investasi asing langsung yang tetap kuat dan cadangan devisa yang memadai memberikan penyangga penting.
IMF menyatakan bahwa risiko terhadap pertumbuhan cenderung ke arah negatif, termasuk akibat gangguan energi dan perdagangan yang kembali terjadi, aktivitas penipuan yang terus berlanjut, serta koreksi sektor real estat yang lebih tajam.
Potensi gangguan akibat kondisi El Nino dapat membuat tekanan harga pertanian tetap tinggi, imbuh IMF. Ant
- Angkor Wat
- Phnom Penh
- cambodia
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
BBM Mahal, Kendaraan Listrik di Kamboja Melonjak
-
Liga Champions, Napoli Dikalahkan Arsenal di Kandang
-
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp2.000 Jadi Rp2,711 Juta/Gr pada Sabtu Pagi Ini
-
Pembekalan Mitigasi Bencana kepada Siswa SD Betao Sidrap
-
ESDM Soroti Tambang Andesit Tanpa Izin di Jepara, Berpotensi Kurangi Cadangan Air.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.