Aktor Suara Anime Jepang Gugat TikTok karena Diduga Kloning Suaranya dengan AI
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 13:58 WIB | Oleh: Tim PenulisTokyo - Aktor pengisi suara anime ternama Jepang menggugat TikTok terkait sejumlah video yang menurutnya menggunakan tiruan suara hasil kecerdasan buatan (AI) dari suara baritonnya yang "berkilau". Pengadilan dijadwalkan membacakan putusan pada Rabu.
Peniruan suara menggunakan AI menjadi kekhawatiran yang semakin berkembang di kalangan pekerja seni di berbagai negara. Ancaman tersebut juga mengguncang industri animasi Jepang yang telah lama berkembang, tempat para pengisi suara terkadang memiliki penggemar yang mengidolakan mereka hampir sama kuatnya dengan karakter yang mereka suarakan.
Gugatan yang diajukan Kenjiro Tsuda, yang dikenal melalui perannya dalam waralaba besar seperti "Jujutsu Kaisen" dan "Yu-Gi-Oh!", diyakini sebagai kasus pertama di Jepang yang berupaya melindungi identitas suara seseorang dari salinan yang dihasilkan AI.
Tsuda menuntut TikTok menghapus sejumlah video yang dinarasikan dengan suara yang khas, "dalam" dan "berkilau", yang menurut aktor berusia 55 tahun itu hanya dapat merupakan suaranya.
Namun, berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh AFP, TikTok berpendapat bahwa suara tersebut merupakan "suara pria generik" dan kemiripannya dengan suara Tsuda paling jauh hanya bersifat subjektif.
"Suara seorang aktor merupakan hasil dari latihan keras dan proses magang selama bertahun-tahun untuk mengasah bakat," kata Direktur Eksekutif Japan Actors Union Yuko Sasaki kepada AFP.
"Ini adalah sesuatu yang kami habiskan banyak waktu dan uang untuk menyempurnakannya," kata Sasaki, yang juga merupakan pengisi suara. Ia menambahkan, "kami sepenuhnya mendukung Tsuda."
Pengadilan seharusnya "mengakui bahwa kepemilikan atas suara merupakan hak fundamental," ujarnya.
Sebuah akun anonim, yang menggunakan foto profil menyerupai karakter "Jujutsu Kaisen" yang disuarakan Tsuda, mengunggah video-video tersebut.
Video itu menggabungkan gambar dengan narasi yang tampaknya dihasilkan AI mengenai legenda urban, fenomena okultisme, dan teori konspirasi.
Pada satu titik, akun tersebut memiliki lebih dari 200.000 pelanggan dan diperkirakan menghasilkan pendapatan bulanan lebih dari 500.000 yen atau sekitar 3.200 dolar AS, menurut gugatan hukum tersebut.
Konten "Tidak Bermutu"
Tim hukum Tsuda mengatakan akun tersebut sebagian besar mengunggah konten yang tidak memiliki substansi orisinal dan "hanya menjadi populer karena kontennya yang meragukan dan tidak bermutu dinarasikan dengan suara menarik milik aktor populer".
Menurut pengacara Tsuda, hal itu melanggar apa yang disebut sebagai hak publisitas, yakni hak seseorang untuk mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari penggunaan aspek-aspek identitas dirinya.
Meskipun akun tersebut kini sudah tidak dapat dilihat di platform, Pengadilan Distrik Tokyo akan memutuskan apakah TikTok bertanggung jawab atas penghapusan unggahan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!