Pidato PM Solomon soal Papua Tuai Sorotan, DPR: Di Mana Suara untuk Korban OPM?
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menegaskan pendekatan negara di Papua dilakukan melalui pendekatan HAM, kesejahteraan, dan pembangunan. Indonesia, kata dia, juga memiliki Komnas HAM sebagai lembaga independen yang secara terbuka mengecam kekerasan OPM terhadap warga sipil.
"Kami patut mencurigai, jangan-jangan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa Indonesia justru berada di balik orang-orang yang berbicara seperti itu. Menyuarakan narasi separatis di forum dunia, tanpa konfirmasi, tanpa klarifikasi, dan tanpa sepatah kata pun untuk para korban OPM, bukanlah sikap sahabat. Itu sikap yang menguntungkan kelompok teror," ujarnya.
Abraham menyatakan Papua merupakan bagian sah dan final dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang menurutnya juga diakui oleh PM Kepulauan Solomon dalam pidatonya.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kepulauan Solomon menghentikan manuver diplomatik yang dinilai merugikan hubungan kedua negara serta membuka secara transparan sumber tuduhan yang disampaikan dalam forum PBB.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Abraham mengatakan akan mendorong Kementerian Luar Negeri menyampaikan hak jawab yang tegas dan berbasis data di forum PBB sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!