Ronaldo Bidik 1.000 Gol, Jadi Pelengkap Manis Karier Bersama Timnas Portugal

Jumat, 25 Sep 2026, 00:08 WIB

OEIRAS — Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Di usia 41 tahun, kapten Portugal itu belum menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan panggung sepak bola internasional.

Berbicara di hadapan ruangan yang penuh dalam acara Portugal Football Summit, Kamis (24/9), Ronaldo sempat mengaku gugup. Namun, seperti yang telah dilakukannya selama lebih dari dua dekade, ia segera mengambil alih perhatian, menjawab kritik dan menegaskan bahwa peluit panjang untuk dirinya belum akan berbunyi dalam waktu dekat.

Ket. Foto: Cristiano Ronaldo. — Sumber: FIFA

Ronaldo saat ini telah mengoleksi 979 gol sepanjang karier profesional, terdiri dari 833 gol bersama klub dan 146 gol untuk Portugal. Artinya, ia hanya membutuhkan 21 gol lagi untuk mencapai tonggak 1.000 gol yang selama ini menjadi target terbukanya.

Menariknya, Ronaldo tidak ingin memilih antara mengejar 1.000 gol atau membantu Portugal kembali meraih trofi UEFA Nations League. Ia menginginkan keduanya.

“Salah satu tujuannya adalah mencapai keduanya—mencetak 1.000 gol dan tim nasional berusaha memenangkan Nations League ini,” kata Ronaldo di markas Federasi Sepak Bola Portugal di luar Lisbon.

Portugal kini memasuki era baru bersama pelatih Jorge Jesus. Jesus menggantikan Roberto Martinez setelah Portugal mengalami kekecewaan di Piala Dunia, ketika mereka tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah dari Spanyol yang kemudian menjadi juara.

“Ini adalah era baru bersama pelatih Jorge Jesus, yang kita semua kenal dengan baik. Saya hanya berharap semuanya berjalan baik untuknya,” ujar Ronaldo.

Ronaldo mengakui bahwa mencapai angka 1.000 gol bersama tim nasional akan memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya.

“Jika saya mencetak gol ke-1.000 bersama tim nasional, itu akan menjadi pelengkap dari sesuatu, sebuah kisah yang indah,” katanya.

Namun, Ronaldo menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan berarti akhir dari perjalanan.

“Itu bukan akhir dari semuanya, tetapi akan menjadi sebuah kisah yang indah.”

Mantan bintang Manchester United, Real Madrid dan Juventus tersebut juga membantah bahwa perburuan 1.000 gol telah berubah menjadi obsesi.

“Saya sudah mengakui bahwa saya ingin mencapainya, dan saya akan mencapainya,” kata Ronaldo.

“Apakah itu sebuah obsesi? Tidak. Selebihnya adalah menikmati semuanya, menikmati setiap hari.”

Ronaldo mengakui bahwa dirinya sempat mempertimbangkan masa depannya bersama tim nasional setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia.

Namun, pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Portugal dan Jorge Jesus membuatnya yakin untuk melanjutkan perjalanan bersama Selecao das Quinas.

“Mereka masih mengandalkan saya. Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional,” ujarnya.

Menurut Ronaldo, ukuran paling penting bagi keberadaannya di tim nasional bukanlah usia, melainkan kontribusi yang mampu diberikan di atas lapangan.

“Yang paling penting adalah saya mampu mencetak gol dan membantu tim memenangkan pertandingan.”

Ronaldo bahkan mengatakan dirinya tidak akan mempermasalahkan keputusan pelatih jika suatu hari tidak lagi masuk dalam rencana.

“Jika pelatih tidak mengandalkan saya, saya bisa pergi hari ini. Tidak masalah sama sekali,” katanya.

“Ketika saya merasa tidak melakukan apa pun di sini, tidak memberikan kontribusi di lapangan, tidak mencetak gol, menciptakan suasana buruk, atau mereka tidak menginginkan saya di sini, saya akan menjadi orang pertama yang mengemasi barang-barang saya.”

Ketika kembali ditanya mengenai kemungkinan pensiun, Ronaldo tetap tidak memberikan kepastian. Ia memilih menjalani karier dari hari ke hari, tanpa terlalu memikirkan kapan waktunya meninggalkan sepak bola internasional.

“Saya belajar sesuatu sejak memasuki usia akhir 30-an, yaitu hidup di saat ini dan tidak memikirkan hari esok,” katanya.

Apakah pensiun bisa terjadi dalam waktu dekat? “Apakah mungkin? Ya. Sangat mungkin? Ya. Tetapi apakah itu akan terjadi? Saya tidak tahu.”

Ronaldo juga kembali menunjukkan ketegasannya ketika berbicara mengenai kritik yang selama bertahun-tahun diarahkan kepadanya.

Menurutnya, sejumlah media telah berusaha menjatuhkannya sejak lama.

“Mereka sudah mencoba ‘membunuh’ saya selama bertahun-tahun,” ujar Ronaldo.

“Itu tidak akan terjadi dalam keadaan apa pun—bahkan dengan senapan sekalipun. Dan meskipun begitu, saya masih bisa menghindari pelurunya.”

Kini, Ronaldo hanya berjarak 21 gol dari angka 1.000. Entah seberapa dekat dirinya dengan akhir karier, satu hal masih terlihat jelas: Ronaldo belum berniat meninggalkan panggung.

Untuk sementara, ia masih mengenakan seragam Portugal, berdiri di depan kamera, mengejar rekor demi rekor, dan menghadapi kritik dengan senyum khasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.