Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Perkuat Pengendalian PMK di NTB, Vaksinasi dan Biosekuriti Diperketat.

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Kementan Perkuat Pengendalian PMK di NTB, Vaksinasi dan Biosekuriti Diperketat. Doc: Antara Foto
Ket. Mentan Andi Amran Sulaiman

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan ternak, pengawasan lalu lintas hewan, serta penguatan biosekuriti.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perubahan kondisi ternak dapat segera ditindaklanjuti dan menekan risiko kerugian bagi peternak," kata Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan pengendalian PMK tidak cukup hanya mengandalkan vaksinasi. Surveilans, biosekuriti, pengawasan pergerakan ternak, pemeriksaan laboratorium, dan kecepatan pelaporan harus berjalan bersama.

“Vaksin penting, tetapi bukan satu-satunya pertahanan. Surveilans, biosekuriti, pengawasan lalu lintas hewan, kesiapan laboratorium, dan pelaporan cepat juga harus diperkuat. Semua lini harus bergerak bersama,” ujar Hendra.

Dia menyebutkan hingga 21 September 2026, sebanyak 3.820.400 dosis vaksin PMK telah didistribusikan atau mencapai 95,51 persen dari target 4 juta dosis. Distribusi vaksin tersebut telah menjangkau 29 provinsi dan 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di daerah.

Di NTB, pengawasan dilakukan bersama pemerintah provinsi dan kabupaten.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muslih mengatakan petugas telah turun ke sejumlah lokasi untuk memeriksa kondisi ternak dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Sebelumnya, kami juga sudah melakukan pemeriksaan di Kecamatan Pringgasela dan tidak ditemukan ternak yang menunjukkan gejala. Pelaksanaan vaksinasi juga berjalan lancar,” kata Muslih.

Salah satu laporan yang ditindaklanjuti berkaitan dengan seekor sapi yang baru dibeli dari pasar dan belum mendapatkan vaksinasi.

Muslih mengatakan kondisi sapi tersebut saat ini sehat dan tidak menunjukkan gejala. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan apabila terjadi perubahan kondisi untuk memastikan penyebabnya.

“Apabila ditemukan perubahan kondisi, kami siap mengirimkan sampel ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya juga terus mengingatkan petugas agar ternak yang berasal dari pasar hewan menjadi perhatian dan mendapatkan vaksinasi sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Hultatang mengatakan ternak yang keluar-masuk pasar perlu mendapat perhatian karena berpotensi berpindah antarwilayah.

“Vaksinasi harus dilakukan secara rutin dan terjadwal. Ternak yang baru datang dari pasar juga menjadi perhatian agar segera mendapatkan vaksinasi sesuai ketentuan,” ujar Hultatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.