Habibie, Si Kecil yang Berjuang Demi Ekonomi Keluarga Terima Bantuan dari Dompet Dhuafa
Jumat, 25 Sep 2026, 13:30 WIBTANGERANG â Di antara barisan pedagang kecil yang mengadu nasib di pinggir jalan di kawasan Bintaro Sektor 1, Tangerang Selatan, Banten, seorang anak laki-laki berdiri di balik gerobak dagangannya, menanti pembeli sambil menawarkan siomay dan batagor kepada orang-orang yang melintas.
Habibie (11) nama anak itu. Harusnya dia belajar di bangku sekolah. Harusnya dia bermain bersama teman-teman sebayanya. Siang itu, dia terpaksa ikut memikul beban ekonomi keluarga.
Habibie sejatinya siswa SDN 01 Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Namun, demi hidup yang lebih baik, ia ikut merantau bersama keluarganya. Tinggal di kontrakan sempit kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Kisah kehidupan keluarga ini berubah tak sesuai rencana setelah ayah Habibie, Cuhardi (40), divonis menderita kanker. Kondisi kesehatan Cuhardi membuat dagangan siomay yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan keluarga terancam gulung tikar. Tak ada pilihan lain, Habibie terpaksa memegang kemudi gerobak menggantikan sang ayah.
Kisah pilu Habibie pun menyita perhatian publik maka itu tim Program Layanan Mustahik (Lamusta) Dompet Dhuafa bergerak menyambangi Habibie.
Manager Layanan Dhuafa Dompet Dhuafa, Kamaludin, menyampaikan bahwa tim hadir untuk menyerahkan bantuan logistik darurat dari para donatur serta pendampingan kesehatan bagi sang ayah.
"Mudah-mudahan kehadiran lembaga membuat keluarga ini tidak merasa sendiri dalam perjuangannya," ujar Kamaludin.
Di balik racikan seporsi siomay yang Habibie jajakan setiap hari, tersimpan asa seorang anak yang ingin menang bertarung melawan takdir. Uluran tangan dan kepedulian bersama diharapkan mampu mewujudkan mimpi Habibie untuk kembali ke bangku sekolah dan ayahnya sehat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Koran Jakarta
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.