Gunung Semeru Kembali Erupsi, Masyarakat Diimbau untuk Waspada
Jumat, 25 Sep 2026, 13:37 WIBLUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) tercatat dua kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Jumat (25/9) pagi. Masyarakat diimbau untuk waspada.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pukul 06.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.
"Kemudian Semeru erupsi kembali pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl)," tuturnya.
Ia mengatakan kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Selama enam jam pengamatan aktivitas Gunung Semeru pada Jumat pukul 06.00 sampai 12.00 WIB tercatat 27 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 82-138 detik; kemudian tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 42-79 detik, serta satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 72 detik.
Pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II, asap kawah tidak teramati, cuaca cerah hingga berawan, dan angin lemah ke arah selatan.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Mukdas.
Berita Terkait:
-
Sensasional! Alexandra Eala Melaju ke Babak Ketiga US Open, Disambut Meriah Fans Filipina
-
KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed
-
Abu Vulkanik Gunung Sinabung Selimuti Kota Berastagi, Aktivitas Masyarakat dan Proses Belajar Mengajar Terganggu
-
Gunung Semeru Ditutup Total untuk Pendakian Pasca Kebakaran di Ranu Kembang
-
CKG di Lebak Telah Sasar 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.