Kemendag Siapkan SDM Perdagangan, Indonesia Emas Jadi Taruhan

Rabu, 02 Sep 2026, 22:30 WIB

JAKARTA – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) perdagangan menjadi semakin strategis di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompleks.

SDM yang kompeten dan adaptif dibutuhkan agar kebijakan perdagangan, pelayanan publik, serta aktivitas perdagangan nasional mampu merespons perubahan pasar dan tantangan global secara efektif.

Ket. Foto: Peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (2/9/2026). — Sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.

Karena itu, penguatan kompetensi tidak cukup dilakukan melalui pelatihan, tetapi perlu didukung sistem pembelajaran yang terintegrasi, sertifikasi, penguasaan teknologi, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dan aparatur perdagangan.

Langkah ini diharapkan mampu membangun SDM perdagangan yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perdagangan untuk 20 tahun ke depan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan cetak biru tersebut disusun untuk memberikan arah yang jelas dalam membangun SDM perdagangan yang profesional, kompeten, dan mampu menghadapi dinamika perdagangan global.

"Cetak biru ini memberikan arah transformasi SDM perdagangan dalam tiga fase untuk 20 tahun ke depan," ujar Budi saat meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (2/9).

Cetak biru tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta arah pembangunan nasional untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Budi menjelaskan transformasi SDM perdagangan dalam cetak biru tersebut dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama pada 2026-2035 berfokus pada transformasi fundamental dan penguatan ekosistem.

Selanjutnya, fase kedua pada 2036-2040 diarahkan pada akselerasi daya saing dan inovasi nilai tambah. Sementara fase ketiga pada 2041-2045 ditujukan untuk membangun kepemimpinan perdagangan global dan konsolidasi.

Menurut Budi, cetak biru tersebut menjadi instrumen strategis agar pengembangan kompetensi SDM perdagangan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

"Ini sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan jangka panjang," katanya.

Cetak biru tersebut memuat delapan agenda strategis, yakni kerangka kompetensi perdagangan, arsitektur pembelajaran perdagangan, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi dan kredensial, infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif, kemitraan dan inovasi, modernisasi organisasi dan Human Capital Excellence, serta pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan.

Budi mengatakan keberadaan SDM yang kompeten menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan perdagangan dapat berjalan efektif, sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan perdagangan Indonesia.

Dalam peluncuran tersebut, Kemendag juga memperkenalkan Trade CorpU sebagai salah satu bentuk implementasi dari cetak biru pengembangan SDM perdagangan.

Budi menegaskan pengembangan SDM melalui Trade CorpU tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari tiga program utama Kemendag, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

"Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan," kata Budi.

Peluncuran cetak biru ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Trade CorpU oleh Budi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan para Pimpinan Tinggi Madya Kemendag.

Budi juga menerima secara simbolis Buku Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU tersebut.

Menurut Rini, cetak biru menjadi fondasi dalam menentukan kompetensi dan kapabilitas SDM aparatur perdagangan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan global di masa depan.

"Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu," ujar Rini.

  • sdm perdagangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.