Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan Rp3 Juta untuk Mahasiswa NTT Terdampak Gempa

Jumat, 25 Sep 2026, 12:56 WIB

Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar terdampak bencana.

Ket. Foto: Penyerahan simbolis beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk 1.000 orang mahasiswa terdampak gempa bumi di NTT. — Sumber: Antara

"Baznas menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp1 juta per bulan selama tiga bulan. Jadi, ada sekitar Rp3 juta per orang yang disalurkan bertahap. Insya Allah, kami akan mengadvokasi untuk 1.000 mahasiswa," kata Idy dalam keterangan di Jakarta, Jumat (25/9).

Idy mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa asal NTT agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana gempa.

Pelaksanaan program melibatkan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dalam pengelolaan data serta penjaringan mahasiswa yang terdampak.

Menurut Idy, program tersebut juga akan melibatkan Baznas provinsi di sejumlah daerah yang menjadi konsentrasi mahasiswa asal NTT, antara lain Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Ia menegaskan penyaluran bantuan tetap mengacu pada prinsip tiga aman yang diterapkan Baznas, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Idy berharap bantuan pendidikan tersebut dapat menjaga keberlanjutan pendidikan para mahasiswa selama keluarga mereka memulihkan kondisi pascabencana.

"Untuk diketahui, bantuan terhadap saudara kita yang non-Muslim terdampak gempa di NTT berasal dari dana infak dan sedekah," ujar Idy.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Baznas RI Agus Siswanto mengatakan pihaknya membuka empat jalur pengumpulan data calon penerima bantuan, yakni melalui kampus dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT, Baznas provinsi atau kabupaten/kota, serta OKP.

"OKP memiliki peran penting bagi Baznas untuk menyebarkan informasi program ini ke seluruh struktur jaringan dan cabang. Selain itu, OKP memiliki akses untuk mengetahui masyarakat yang terdampak, menjaring, dan mendata anggota yang terdampak. Tentunya, kami membutuhkan bantuan agar yang direkomendasikan adalah anggota atau keluarga anggota yang memang terdampak gempa," tutur Agus.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.