Pacu Daya Saing Mebel ASEAN, HIMKI Gandeng Kampus Top Malaysia UiTM

Kamis, 15 Okt 2026, 18:42 WIB

TANGERANG — Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) resmi bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU di Lounge HIMKI, Hall 9, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (15/10).

Ini jadi langkah awal untuk menghubungkan dunia kampus dan dunia industri mebel dan kerajinan di ASEAN. Tujuannya sederhana: bikin riset lebih nyambung dengan kebutuhan industri, cetak talenta yang siap kerja, dan bangun jejaring usaha yang lebih solid di kawasan.

Ket. Foto: Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur (putih) meneken MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia di Lounge HIMKI di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (15/10) — Sumber: istimewa

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, bilang kerja sama ini harus benar-benar terasa manfaatnya bagi perusahaan, mahasiswa, dan perajin.

"Indonesia dan Malaysia punya bahan baku, keterampilan, tradisi kriya, serta kampus dan industri yang saling melengkapi. MoU ini jadi titik awal untuk mempertemukan semua potensi itu. Kita ingin kolaborasi yang manfaatnya dirasakan mahasiswa, dosen, perajin, dan perusahaan, sekaligus memperkuat posisi mebel dan kerajinan ASEAN di pasar global," ujar Abdul Sobur.

Menurutnya, industri tidak bisa hanya mengandalkan produksi dan jualan saja. Industri juga butuh riset, inovasi desain, teknologi, dan SDM yang terus naik kelas.

Kampus dan Industri Saling Melengkapi

Lewat MoU ini, HIMKI dan UiTM akan menjajaki banyak program bersama, seperti:

- Kuliah tamu dari praktisi industri

- Pelatihan dan pendampingan desain

- Proyek riil sesuai kebutuhan industri

- Magang mahasiswa dan kunjungan industri

- Pelatihan untuk dosen dan pelaku usaha

Keduanya juga membuka peluang riset bersama soal material, proses produksi, kriya, desain, ekonomi sirkular, keberlanjutan, teknologi digital, hingga pengembangan pasar. Termasuk juga seminar, pameran, konferensi, lomba inovasi, dan program pembinaan perajin dan komunitas kreatif.

Perusahaan anggota HIMKI bisa ikut terlibat langsung: berbagi pengalaman, mendampingi mahasiswa, dan mendukung riset yang sesuai dengan tantangan di lapangan. Jadi perusahaan tidak hanya jadi penerima tenaga kerja, tapi juga ikut membentuk talenta masa depan.

Sementara UiTM akan mendukung lewat dosen, peneliti, mahasiswa, fasilitas riset, dan jejaring akademiknya. HIMKI akan menghubungkan program ini ke perusahaan anggota, praktisi, pabrik, wawasan pasar, dan pengalaman industri.

Langkah Awal untuk Kekuatan Regional

Bagi HIMKI, kerja sama ini lebih dari sekadar hubungan satu organisasi dan satu kampus. Ini bisa jadi pintu untuk menghubungkan pelaku usaha, dosen, desainer, perajin, dan kampus di Indonesia dan Malaysia, lalu meluas ke ASEAN.

"Kita bisa mulai dari kolaborasi Indonesia dan Malaysia: tukar pengetahuan, pertemukan talenta, dan kembangkan riset maupun produk bersama. Dari langkah awal ini, terbuka peluang membangun kekuatan regional di bidang mebel dan kerajinan, dengan tetap menghormati keunggulan, identitas, dan kepentingan setiap negara," kata Abdul Sobur.

Di tengah tren desain yang terus berubah, tuntutan ramah lingkungan, digitalisasi, dan selera pasar global yang dinamis, industri butuh inovasi yang memadukan kekayaan lokal dengan desain dan teknologi modern. Kolaborasi regional bisa memperkaya ide desain, memperluas pengalaman, dan membuka peluang usaha baru.

Agar berjalan rapi, HIMKI dan UiTM akan berkoordinasi untuk menentukan prioritas, menyusun rencana kerja, menunjuk penanggung jawab, dan mengevaluasi hasil kegiatan. Semua program akan dijalankan sesuai kesepakatan dan ketersediaan sumber daya.

MoU ini jadi fondasi awal untuk kolaborasi yang lebih nyata antara kampus dan industri. HIMKI berharap kerja sama ini bermanfaat bagi perusahaan anggota, mahasiswa, dosen, desainer, perajin, dan semua pihak terkait, sekaligus jadi pijakan untuk jejaring industri mebel dan kerajinan ASEAN yang lebih terhubung dan kompetitif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.