Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca-Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 09:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasca-Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo Doc: IST
Ket. Peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara dan renovasi sekolah pasca gempa di Nagekeo, NTT, Rabu.

NAGEKEO – Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) melanjutkan respons kemanusiaannya dengan memulai pembangunan 25 unit Rumah Sementara (Rumtara) di NTT, Rabu, (23/9). Pembangunan ini tahap awal dari target 100 unit Rumtara yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain hunian, Dompet Dhuafa turut memberikan dukungan renovasi SD Inpres Waturedu, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Upaya ini diarahkan untuk membantu memulihkan fasilitas pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan proses belajar anak-anak di wilayah terdampak.

“Dompet Dhuafa sudah bergerak sejak awal terjadinya gempa bumi di NTT untuk membantu mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dengan segala keterbatasan kami, kami tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk membantu sebaik dan sekuat mungkin termasuk hari ini kita membantu menguatkan masyarakat terdampak melalui program rumah sementara ini," ujar Herdiansah selaku Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa.

Berdasarkan data per 18 September 2026, dampak gempa di NTT masih terlihat dari besarnya kerusakan hunian dan fasilitas publik. Tercatat 103.427 unit rumah mengalami kerusakan. Pada sektor fasilitas umum, kerusakan meliputi 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 558 rumah ibadah, empat pasar tradisional, serta 1.915 fasilitas umum lainnya.

Besarnya dampak tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Pemulihan tempat tinggal, fasilitas pendidikan, serta layanan dasar menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Sejak fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa melalui DMC telah menggelar berbagai layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, hingga dukungan pencarian dan pertolongan.

Hingga 23 September 2026, total penerima manfaat dari berbagai layanan tersebut mencapai 25.863 jiwa.

Rinciannya, layanan air bersih telah menjangkau 655 penerima manfaat, pembangunan masjid darurat 2.480 penerima manfaat, distribusi logistik nonpangan 1.669 penerima manfaat, dan layanan kesehatan 3.726 penerima manfaat.

Sementara itu, distribusi logistik pangan menjangkau 5.800 penerima manfaat, layanan pendidikan dan Psychological First Aid (PFA) sebanyak 2.931 penerima manfaat, layanan internet 339 penerima manfaat, serta kegiatan SAR, evakuasi, dan asesmen sebanyak 341 penerima manfaat. Adapun layanan permakanan telah menjangkau 7.922 penerima manfaat.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan apresiasinya atas inisiasi pembangunan Rumtara oleh Dompet Dhuafa. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Nagekeo ini semakin memperkuat sinergi dalam mendukung realisasi Rumtara bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo

“Tidak ada kata lain yang bisa kami sampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, selain ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Kami tidak bisa balas, tetapi hanya bisa mendoakan Dompet Dhuafa yang sudah datang jauh-jauh untuk menolong kita disaat pemerintah juga masih dalam keterbatasan dalam membantu masyarakat terdampak," tambah Gonzalo Gratianus Muga Sada.

Perkuat Respons Pos Kemanusiaan

Untuk mendukung koordinasi dan distribusi bantuan, Dompet Dhuafa juga mengoperasikan Pos Induk PATRIOT di Jalan Sernaru, Desa Wae Kelambu, Manggarai Barat, serta Pos PATRIOT Bayangan di Jalan Wairklau No. 29, Maumere, NTT.

Selain itu, pos lapangan ditempatkan di sejumlah wilayah, yakni Maumere, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai. Keberadaan pos-pos tersebut menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk mendukung asesmen kebutuhan, distribusi bantuan, serta pelaksanaan berbagai layanan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.