Aksi Hari Tani Nasional di DPR, Massa Bawa Sayur dan Hasil Kebun

Kamis, 24 Sep 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Sejumlah elemen massa menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai hasil kebun dan menyuarakan tuntutan terkait reforma agraria.

Massa sebelumnya melakukan long march dari arah Senayan menuju Gerbang Utama DPR/MPR. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB sambil menabuh kentungan.

Ket. Foto: Sejumlah elemen massa menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai hasil kebun dan menyuarakan tuntutan terkait reforma agraria. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

Setibanya di depan gerbang utama, massa kemudian membentuk barisan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka membentangkan spanduk dan bendera organisasi, sementara sejumlah sayur-mayur serta hasil kebun turut dibawa ke titik aksi.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan mengenai reforma agraria. Mereka meminta terwujudnya reforma agraria sejati serta mengkritisi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria yang dinilai berlangsung cepat.

Kehadiran massa di depan Gedung DPR RI tidak langsung membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto terganggu. Berdasarkan pantauan di lokasi, lalu lintas di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen masih terpantau lancar.

Sejumlah polisi juga terlihat mengatur kendaraan dan massa yang mengikuti aksi. Pengaturan tersebut dilakukan agar akses jalan arteri di sekitar lokasi demonstrasi tetap dapat dilalui.

Sebelumnya, sebanyak 26.386 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan 99 kegiatan masyarakat yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta. Kegiatan tersebut terdiri dari 73 aksi penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan persiapan pengamanan telah dilakukan melalui sejumlah tahapan koordinasi. Koordinasi tersebut melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan unsur TNI lainnya, Mabes Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengamanan dalam DPR dan MPR RI.

"Kesiapan ini telah dilakukan melalui rapat koordinasi, baik itu internal maupun eksternal, dilaksanakan tactical floor game. Melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan unsur TNI lainnya, Mabes Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR dan MPR RI," kata Budi kepada wartawan di Bundaran HI, Kamis (24/9/2026).

Menurut Budi, koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai pola pelayanan dan pengamanan berbagai kegiatan masyarakat. Langkah tersebut diterapkan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk untuk kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

"Sebanyak 26.386 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR-MPR untuk kesiapan di 99 kegiatan masyarakat," jelas Budi.

Untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sebanyak 2.055 personel lalu lintas juga disiagakan. Personel tersebut mulai ditempatkan sejak pukul 05.00 WIB di sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan masyarakat.

Selain personel lalu lintas, aparat juga disebar di beberapa lokasi lainnya. Sebanyak 296 personel ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, 197 personel di kawasan Kementerian Pertanian dan Danantara, serta 102 personel di Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi.

"Penempatan personel ini bertujuan untuk memberikan dukungan, pelayanan, pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Budi mengatakan pengamanan kegiatan masyarakat dilakukan dengan mengedepankan pendekatan kooperatif dan humanis. Dalam pelaksanaannya, aparat juga tetap memperhatikan hak asasi manusia selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.

Selain pengamanan langsung di lapangan, Polda Metro Jaya melakukan sejumlah upaya preventif melalui patroli siber dan pemantauan media digital. Pemantauan tersebut juga mencakup ajakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Itu pasti juga akan dilakukan upaya penindakan tegas, tepat, dan terukur oleh Satgas Gakkum yang ada di Polda Metro Jaya," jelas Budi.

Aksi Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI tersebut menjadi ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi mengenai persoalan agraria. Selain membawa hasil kebun sebagai bagian dari aksi, massa juga menyampaikan tuntutan agar reforma agraria dapat diwujudkan serta konflik terkait agraria mendapat perhatian.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.