Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di DMZ

Selasa, 22 Sep 2026, 02:30 WIB

SEOUL – Militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (21/9) melaporkan tiga perwira militernya terluka dalam sebuah ledakan selama operasi di dekat perbatasan yang dipenuhi ranjau dengan Korea Utara (Korut).

Insiden tersebut terjadi di selatan Garis Demarkasi Militer (MDL) di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ), salah satu perbatasan yang paling banyak dibentengi dan dipasangi ranjau di dunia.

Ket. Foto: Seorang tentara Korut sedang menjaga menara pos perbatasan dekat zona demiliterisasi (DMZ) di Paju pada pertengahan Juni tahun lalu. Militer Korsel pada Senin (21/9) melaporkan tiga perwira militernya terluka dalam sebuah ledakan selama operasi di dekat perbatasan yang dipenuhi ranjau. — Sumber: AFP/ANTHONY WALLACE

“Dua dari petugas yang terluka dievakuasi dengan helikopter, sementara yang ketiga rencananya akan diangkut melalui jalan darat sebelum diterbangkan,” kata Kepala Staf Gabungan (JCS).

Belum jelas apakah ledakan itu disebabkan oleh ranjau Korut, ranjau Korsel, atau alat peledak lainnya.

“Ketiga petugas tersebut mengalami luka akibat ledakan yang penyebabnya belum diketahui saat melakukan operasi di lokasi di selatan MDL," kata JCS dalam sebuah pernyataan.

Pihak militer tidak segera memberikan rincian tentang tingkat keparahan cedera mereka.

DMZ adalah zona penyangga sepanjang 248 kilometer dan lebar sekitar 4 kilometer yang telah membagi Semenanjung Korea sejak gencatan senjata tahun 1953 yang menghentikan Perang Korea.

Meskipun zona itu sendiri secara resmi telah didemiliterisasi, perbatasan utara dan selatannya termasuk di antara perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia dan masih dipenuhi ranjau darat.

Diperkirakan ada sekitar 800.000 ranjau yang terkubur di sekitar area tersebut, menurut data militer yang dikutip oleh kantor berita Yonhap, banyak di antaranya berasal dari Perang Korea meskipun peletakan ranjau terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak tahun 2024, setelah pemimpin Korut, Kim Jong-un, menetapkan Korsel sebagai musuh utama negaranya dan militer Pyongyang telah memasang ranjau dan membangun penghalang anti-tank di sepanjang perbatasan sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan secara permanen.

Militer Korsel sebelumnya mengatakan beberapa tentara Korut tewas atau terluka dalam ledakan ranjau yang tidak disengaja selama pembangunan tersebut.

Tingkatkan Ketegangan

Insiden ranjau darat sebelumnya telah meningkatkan ketegangan antara kedua Korea.

Pada tahun 2015, dua tentara Korsel terluka parah ketika ranjau darat meledak di sisi selatan DMZ, dengan salah satu dari mereka kehilangan kedua kakinya.

Seoul menyimpulkan bahwa pasukan Korut telah melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) untuk menanam ranjau,namun tuduhan tersebut dibantah oleh Pyongyang.

Insiden tersebut mendorong Korsel untuk melanjutkan siaran pengeras suara anti-Korut di sepanjang perbatasan.

Insiden terbaru ini terjadi ketika Presiden Korsel, Lee Jae-myung, berulang kali menyerukan dialog tanpa syarat dengan Korut, sebuah upaya yang hingga kini belum ditanggapi oleh Pyongyang. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.