Nusa Penida Dibidik Jadi Destinasi Hijau, Pariwisata Tak Boleh Rusak Alam
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim PenulisKLUNGKUNG – Pengembangan destinasi pariwisata ramah lingkungan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Konsep ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang menarik, tetapi juga mendorong pengelolaan destinasi secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat lokal, serta menciptakan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan bagi generasi mendatang.
Bupati Klungkung I Made Satria mendorong Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Bali, dikembangkan sebagai destinasi pariwisata ramah lingkungan atau green tourism.
Saat ditemui di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (22/9), Made Satria mengatakan pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar selektif terhadap investor yang akan masuk ke Nusa Penida, dengan tetap membuka peluang investasi yang sesuai dengan konsep pembangunan daerah.
"Kita tidak menutup investasi, kita open investasi, tapi investasi yang seperti apa. Konsepnya adalah harus bisa mengakomodir atau menjaga kearifan lokal," kata Made Satria.
Menurut dia, investasi di Nusa Penida ke depan harus memperhatikan karakter lokal, termasuk dari sisi bangunan.
Pemerintah Kabupaten Klungkung juga akan menyiapkan persyaratan dan perizinan khusus bagi investor agar pembangunan tetap sejalan dengan kearifan lokal.
"Kita ingin konsep Nusa Penida ini berbeda dengan destinasi wisata yang lainnya di daerah lain," ujarnya.
Made Satria mengatakan pengembangan Nusa Penida sebagai green island merupakan salah satu ambisi besar Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Konsep tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari energi, transportasi, hingga sumber daya manusia dan pelayanan pariwisata.
Untuk sektor energi, pemerintah mendorong penggunaan energi bersih melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), maupun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
"Yang pertama kita mulai dengan green energy. Listrik harus semuanya green dengan PLTS, PLTB, atau PLTA," katanya.
Selain energi, pemerintah juga menargetkan transformasi transportasi di Nusa Penida melalui elektrifikasi kendaraan.
Menurut Made Satria, kendaraan yang beroperasi di kawasan tersebut secara bertahap diarahkan menggunakan kendaraan listrik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!