CEO Nvidia: Ada Peluang AI Menghancurkan Dunia pada 2030 0%
📅 Senin, 21 Sep 2026, 15:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan China juga mulai membahas mekanisme untuk menangani risiko AI. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kedua negara telah sepakat membentuk mekanisme dialog AI, termasuk kemungkinan pertukaran informasi mengenai peringatan keselamatan teknologi tersebut.
Di tengah perdebatan mengenai risiko, Tony Blair Institute pada Senin (21/9/2026) menerbitkan laporan yang menyoroti sisi lain dari perkembangan AI. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa negara-negara dapat mengalami kerugian besar apabila gagal mengadopsi AI dan tertinggal dari negara lain.
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan AI berpotensi mengubah perekonomian, pendidikan, ilmu pengetahuan, pasar tenaga kerja, layanan publik, hingga keamanan nasional dalam waktu relatif singkat.
Namun, laporan tersebut juga menilai banyak institusi pemerintahan saat ini belum memiliki kemampuan yang memadai untuk membantu para pemimpin menghadapi perubahan yang ditimbulkan oleh perkembangan AI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!