Layanan Neurologi dan Bedah Saraf Memasuki Era Baru Teknologi Medis
Sabtu, 19 Sep 2026, 13:57 WIBJAKARTA â Pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf di Indonesia terus berlangsung seiring meningkatnya kebutuhan terhadap penanganan berbagai gangguan sistem saraf. Salah satu institusi yang mengembangkan layanan tersebut selama tiga dekade adalah Siloam Hospitals Lippo Village melalui Neuroscience Centre yang dibentuk pada 1996.
Selama 30 tahun, pengembangan layanan tersebut mencakup peningkatan keahlian klinis, layanan subspesialisasi, pendidikan, penelitian, hingga pemanfaatan teknologi medis. Siloam Hospitals Lippo Village menyebut telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks.
Pengembangan Neuroscience Centre antara lain dirintis oleh Prof. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS(K), PhD. Dalam perjalanan pengembangan layanan bedah saraf tersebut, Eka juga melakukan prosedur bedah pada area batang otak atau brain stem surgery yang disebut sebagai prosedur pertama di Asia Tenggara.
Saat ini, layanan neurologi dan bedah saraf di rumah sakit tersebut didukung 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf. Layanan yang tersedia mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, gangguan perilaku, penyakit neurodegeneratif, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, serta Deep Brain Stimulation (DBS).
Layanan tersebut juga mencakup penanganan stroke akut melalui tindakan untuk membuka sumbatan pembuluh darah otak hingga awake brain surgery. Prosedur terakhir merupakan operasi bedah saraf berpresisi tinggi yang dilakukan dengan pasien tetap sadar pada tahap tertentu sehingga tim medis dapat memantau fungsi saraf secara langsung.
Tantangan Penanganan Stroke
Penguatan layanan neurologi dan bedah saraf menjadi penting di tengah kebutuhan penanganan penyakit saraf di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dikutip dalam materi Siloam Hospitals Lippo Village, stroke menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia dengan sekitar 337.000 kematian setiap tahun.
Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan diagnosis menjadi faktor penting. Koordinasi antara berbagai bidang keahlian serta penerapan protokol klinis juga diperlukan agar pasien dapat memperoleh penanganan sejak diagnosis hingga tahap pemulihan.
Siloam Hospitals Lippo Village mengembangkan penanganan stroke melalui kemampuan diagnostik dan intervensi tingkat lanjut, stroke pathway yang terintegrasi, serta protokol klinis yang terstandar.
Rumah sakit tersebut juga menyebut telah menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke Program.
Perkuat Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan
Pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf juga menjadi salah satu topik dalam The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 yang mengusung tema âBeyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscienceâ yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Sabtu (19/9).
Forum yang digelar untuk memperingati 30 tahun Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village tersebut mempertemukan praktisi, akademisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara. Lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional dijadwalkan berbagi pengetahuan mengenai perkembangan neurologi dan bedah saraf.
CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengatakan pengembangan layanan selama tiga dekade tidak hanya berkaitan dengan investasi teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi.
âSelama tiga puluh tahun, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinvestasi dalam keahlian, teknologi, inovasi, dan kolaborasi untuk memperkuat layanan saraf dan bedah saraf di Indonesia. Perjalanan ini tidak hanya membangun keunggulan klinis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem neuroscience melalui pendidikan dan penelitian,â ujar Caroline pada kesempatan itu.
Menurut dia, pertukaran pengetahuan diperlukan untuk memperkuat pengembangan layanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia.
Teknologi dan Pendekatan Multidisiplin
Perkembangan layanan neurologi dan bedah saraf saat ini semakin berkaitan dengan integrasi teknologi dan kolaborasi lintas disiplin. Sejumlah teknologi yang berkembang antara lain advanced imaging, neuromodulasi, kecerdasan artifisial (AI), precision medicine, dan teknologi bedah.
Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs.NNK(K), FIPP, CIPS, mengatakan perkembangan tersebut membutuhkan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang lebih terbuka.
âMasa depan neuroscience membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan yang semakin terbuka. âBeyond Boundariesâ menggambarkan semangat untuk melampaui batas-batas yang ada, menghubungkan berbagai keahlian, teknologi, dan perspektif untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam layanan neuroscience di Indonesia,â jelas Yusak.
Menurut dia, kemajuan di bidang neurologi dan bedah saraf membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih tepat dan efektif. Kolaborasi antarbidang diharapkan dapat mempercepat penerapan berbagai perkembangan tersebut ke dalam praktik klinis.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS(K), M.Kes, IFAANS, menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang nyata bagi pasien.
âKemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi bagaimana perkembangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien,â kata Julius.
Ia mengatakan perkembangan ilmu, teknik bedah, teknologi, dan kolaborasi multidisiplin selama tiga dekade telah mengubah penanganan berbagai kasus neurologis. Tantangan berikutnya adalah memperluas manfaat perkembangan tersebut bagi pasien di Indonesia.
Memasuki dekade keempat pengembangan layanan, Siloam Hospitals Lippo Village menyatakan akan melanjutkan pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf untuk menghadapi kebutuhan pasien yang semakin kompleks.
Pengalaman selama 30 tahun menjadi landasan bagi pengembangan layanan yang menggabungkan keahlian klinis, teknologi, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi lintas disiplin dengan pendekatan yang berpusat pada pasien.
- Stroke
- Teknologi AI
- Teknologi Medis
- Kecerdasan Artifisial
- neurologi
- kesehatan otak
- precision medicine
- bedah saraf
- kecerdasan buatan
- Siloam Hospitals Lippo Village
- Neuroscience Centre
- Awake Brain Surgery
- Neurointervensi
- Siloam Neuroscience Summit
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
-
OTT KPK di Unsoed Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Harga Emas pada Kamis (20/8) Galeri24, Antam, UBS di Pegadaian Serempak Naik
-
Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi
-
Merasa Sehat Belum Tentu Bebas Risiko: Hipertensi dan AFib Bisa Diam-Diam Mengancam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.