Para Atlet RI di Asian Games Nagoya Hadapi Kendala Teknis, Rumah Indonesia Turun Tangan

Sabtu, 19 Sep 2026, 15:21 WIB

NAGOYA - Rumah Indonesia di Nagoya mampu memberikan manfaat bagi atlet dan ofisial selama berjuang dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, demikian disampaikan Chef de Mission (CdM) atau Ketua Kontingen Tim Indonesia Todotua Pasaribu.

"Rumah Indonesia kami desain, kami persiapkan sebagai tempat berkumpul. Ada command center. Dalam situasi Nagoya saat ini, kami sudah menyiapkan satu lantai yang kami jadikan tempat istirahat," ungkap Todotua setelah meresmikan Rumah Indonesia di distrik Sakaemachi, Nagoya, Sabtu.

Ket. Foto: Rumah Indonesia merupakan fasilitas akomodasi multifungsi yang disiapkan pemerintah, yang bertujuan memfasilitasi segala kebutuhan teknis atlet dan ofisial dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 19 September-5 Oktober. — Sumber: Antara foto

Sebelumnya, pelaksanaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menuai banyak kritikan dari para peserta berbagai negara akibat masalah teknis.

Sejumlah kontingen negara mengeluhkan porsi makanan yang tidak cukup, hingga kekurangan tempat penginapan yang mengakibatkan beberapa kontingen terpaksa menginap di lokasi yang tidak seharusnya.

Namun kondisi itu tidak mempengaruhi Kontingen Merah Putih berkat kehadiran Rumah Indonesia di Nagoya. Sejumlah atlet dan ofisial Indonesia yang sempat terdampak masalah teknis tersebut, dapat difasilitasi oleh pemerintah.

"Karena memang kondisi akomodasi yang kemarin sempat terjadi (kekacauan), ada beberapa atlet maupun ofisial kita yang terdampak. Sambil kami bantu tuntaskan masalah akomodasi mereka di hotel, mereka kami inapkan di sini. Rumah Indonesia menjalankan fungsinya dengan baik," tutur Todotua.

Rumah Indonesia merupakan fasilitas gedung akomodasi multifungsi yang disiapkan, guna mendukung kelancaran atlet selama berlaga dalam ajang Asian Games 2026 pada 19 September-5 Oktober.

Fasilitas tersebut dapat difungsikan sebagai penginapan hingga pusat koordinasi kontingen.

Rumah Indonesia di Nagoya telah diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu, Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, hingga Ketua Komite Olimpiade Nasional (NOC) Raja Sapta Oktohari, pada Sabtu 19 September.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.