Wali Kota Dorong PMI Kota Bandung Perkuat Peran dalam Penanganan Kesehatan Mental
Sabtu, 19 Sep 2026, 15:25 WIBBANDUNGÂ - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung memperkuat peran dalam penanganan kesehatan mental masyarakat, termasuk ikut dalam upaya pencegahan bunuh diri.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat memberikan sambutan sekaligus menutup Bulan Dana PMI Kota Bandung Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, Jumat (18/9) lalu.
Wali Kota Farhan menilai, PMI memiliki jaringan relawan dan pengalaman dalam penanganan kemanusiaan yang dapat dikembangkan untuk merespons persoalan kesehatan mental yang semakin kompleks.
"Palang Merah Indonesia saya harapkan menjadi bagian dari upaya bersama-sama kita untuk melakukan pencegahan bunuh diri di Kota Bandung yang terjadi hampir setiap bulan," ujar Wali Kota Farhan.
Menurut Wali Kota Farhan, persoalan bunuh diri perlu dipahami secara lebih menyeluruh karena berkaitan dengan kondisi psikologis dan depresi yang dialami seseorang. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang sudah berada dalam kondisi krisis.
Ia juga mendorong PMI memperluas rekrutmen relawan. Keterlibatan seseorang sebagai relawan dapat menumbuhkan perasaan bahwa dirinya memiliki manfaat bagi orang lain.
"Perluasan rekrutmen relawan ini saya harapkan bisa menambah semangat orang-orang untuk memberikan manfaat pada orang lain. Dan ini salah satu obat yang sangat baik untuk mencegah suicide," kata dia.
Selain memperluas jaringan relawan, Wali Kota Farhan berharap, PMI mulai memberikan pembekalan kepada relawan mengenai penanganan orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri memiliki kecenderungan bunuh diri.
"Mungkin Palang Merah Indonesia sudah mulai memasukkan, dalam tanda kutip, kurikulum bagi para relawannya tentang penanganan orang-orang yang sudah punya ciri-ciri suicidal," ujar dia.
Wali Kota Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung juga telah melakukan langkah serupa melalui pelatihan bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) oleh Himpunan Sarjana Psikologi Indonesia. Pelatihan tersebut diarahkan agar guru dapat melakukan asesmen terhadap anak-anak sekolah.
Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, Wali KotaFarhan menyebut terdapat 12 puskesmas yang telah mendapatkan penempatan psikolog klinis. Menurut dia, upaya tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk PMI dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.
"Maka PMI pun harus merespons ini sebagai bagian dari solusi permasalahan masyarakat modern. Masyarakat modern ini stresnya makin lama makin tinggi," kata dia.
Wali Kota Farhan menilai tekanan yang dihadapi anak-anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Persaingan pendidikan dan pekerjaan semakin ketat, sementara media sosial membuat persoalan pribadi dapat diketahui dan menjadi perhatian banyak orang.
"Jadi memang risiko tekanan stres kepada anak-anak kita sekarang ini jauh meningkat dari zaman kita," ujar dia.
Karena itu, Wali Kota Farhan meminta PMI mulai menjadi mitra Dinas Kesehatan Kota Bandung dalam mengembangkan penanganan kesehatan mental. "Mungkin memang saatnya Palang Merah Indonesia menjadi mitra dari Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mulai mengembangkan penanganan masalah kesehatan mental," kata dia.
Selain penguatan layanan, Wali Kota Farhan juga menyoroti pentingnya akses bagi masyarakat untuk mencari bantuan. Ia menyebut jalur konsultasi atau hotline perlu kembali diperkuat karena sebagian masyarakat masih merasa malu atau khawatir diketahui ketika ingin mencari pertolongan.
"Hotline menjadi penting. Nanti tahun depan saya akan pastikan kita punya jalur hotline lagi," ujar Wali Kota Farhan.
Wali Kota Bandung juga menekankan pentingnya peran keluarga. Menurut dia, keluarga perlu memahami bahwa respons terhadap anggota keluarga yang mengalami depresi tidak cukup hanya dengan meminta mereka bersyukur atau memperbanyak ibadah.
"Enggak bisa pendekatan seperti itu. Ternyata untuk depresi enggak bisa. Nah, itulah yang menjadi pekerjaan rumah bersama," kata dia.
Ia pun menitipkan kepada Dinas Kesehatan dan PMI agar kembali memperkuat langkah bersama dalam penanganan dan penyehatan mental warga Kota Bandung. "Saya ingin menitipkan kepada Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia agar mulai memulai langkah kita lagi untuk melakukan penanganan penyehatan mental warga Kota Bandung," tutur Wali Kota Farhan. ils/I-1
- Kesehatan Mental
- PMI Kota Bandung
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Velodrome ke Manggarai Cuma 28 Menit? Cek Deretan Fasilitas Mewah LRT Jakarta Terbaru!
-
Kebakaran Gunung Semeru: Ratusan Pendaki Masih Berada di Ranu Kumbolo, Harus Dievakuasi
-
Kementerian Pendidikan Tinggi Bebaskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa Bumi NTT
-
Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Sebanyak 170 Pendaki Semeru Dievakuasi dalam Kondisi Aman
-
Pemkab Wakatobi Gaet Pelaku Industri Wisata Bali untuk Perkuat Jaringan Pemasaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.