- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ancaman Rusia Meningkat, P...
Ancaman Rusia Meningkat, Prancis Perkuat Pengamanan Infrastruktur Vital
Sabtu, 19 Sep 2026, 15:28 WIBISTANBUL - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Jumat (18/9), mengatakan bahwa dia telah memerintahkan peningkatan perlindungan terhadap infrastruktur penting dan lokasi pertahanan dalam menghadapi "serangan hibrida Rusia."
"Atas permintaan kami, kemarin, Menteri Dalam Negeri mengumpulkan seluruh perwakikan negara di regional untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan dan kewaspadaan terkait serangan hibrida Rusia," kata Macron kepada para wartawan setelah bertemu dengan para pemimpin partai politik.
Dia mengatakan bahwa mereka telah meminta pemerintah untuk menyusun rencana guna melindungi infrastruktur penting, serta lokasi-lokasi paling sensitif dalam basis industri dan teknologi pertahanan, dari serangan pesawat nirawak dan serangan siber.
"Dalam beberapa pekan terakhir, ancaman, khususnya ancaman hibrida Rusia terhadap warga Eropa dan Prancis, telah meningkat," kata Macron.
Dia menyerukan kewaspadaan dan tindakan nyata, sembari menyadari bahwa manuver dan serangan serupa dapat terjadi di berbagai kota atau kawasan sensitif.
"Menurut saya, adalah sebuah kesalahan bagi Rusia untuk terus bertindak seperti ini terhadap warga Eropa. Tujuannya adalah mengintimidasi kita dan mengganggu upaya dukungan bagi rakyat Ukraina; namun, dampaknya justru akan sebaliknya," tambah Macron.
Dia mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat perlindungan Prancis terhadap campur tangan asing dan serangan siber.
"Kami telah merancang undang-undang baru mengenai campur tangan asing serta isu-isu siber, yang akan terus diproses secara legislatif secepat mungkin agar dapat sepenuhnya diberlakukan dalam beberapa pekan mendatang," katanya.
Kekhawatiran yang meningkat terkait harga gas dan energi.
"Kekhawatiran terus meningkat mengenai harga gas dan situasi energi," kata Macron.
Dia menyebut hal itu disebabkan oleh "perang di kawasan Timur Dekat dan Timur Tengah," serta perang di Ukraina.
"Dampak dari serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran turut memperparah situasi ini," tambah Macron.
Dia mengatakan bahwa Prancis "berupaya semaksimal mungkin" untuk memfasilitasi pembukaan kembali Selat Hormuz secara damai.
"Hal ini bergantung pada kemampuan untuk mencapai kesepakatan, sesuatu yang menurut kami kecil kemungkinannya terjadi antara Iran dan Amerika Serikat dalam waktu dekat," tegasnya.
Dia juga mengatakan bahwa Prancis berupaya mengamankan volume dan pasokan untuk kategori-kategori paling sensitif, khususnya bahan bakar jet dan gas.
"Prancis berada pada tingkat cadangan (gas) yang diharapkan dan fasilitas penyimpanannya akan terisi penuh untuk musim dingin ini, sesuai dengan ketentuan Eropa," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Eropa secara keseluruhan masih lebih bergantung pada gas dibandingkan dengan Prancis sendiri.
"Oleh karena itu, kita harus bertindak untuk memastikan tidak ada ketegangan di pasar ini. Dengan demikian, solar, bahan bakar jet, dan gas menjadi prioritas kami," katanya.
Macron lebih lanjut mengumumkan bahwa dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Minggu untuk memperkuat pertukaran perdagangan produk minyak bumi dan gas alam cair.
Dia juga mengatakan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan G7 dalam beberapa minggu mendatang yang khusus membahas isu-isu energi terkini.
Berita Terkait:
-
Perumda Pasar Jaya Pantau Harga 37 Komoditas guna Dukung Stabilitas Harga Pangan
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
-
Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Redam Kenaikan Harga Beras, Bulog Siapkan Beras SPHP Premium
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.