Kota Bandung Dapat 200 Becak Listrik dari Pemerintah

Sabtu, 19 Sep 2026, 15:32 WIB

BANDUNG - Kota Bandung mendapat dukungan program berupa 200 unit becak listrik, tablet pintar untuk siswa sekolah dasar, serta kacamata pintar bagi siswa tunanetra.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kota Bandung, khususnya para penarik becak, pelajar dan siswa penyandang disabilitas.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

“Terima kasih kepada Pak Presiden atas perhatian yang begitu besar, khususnya kepada keluarga besar anggota veteran di Kota Bandung,” kata Wali Kota Farhan di Kodim 0618 Kota Bandung, Jumat (18/9).

Ia menjelaskan, sebanyak 200 unit becak listrik diperuntukkan bagi para penarik becak dengan sejumlah kriteria. Salah satunya berusia 55 tahun ke atas, bekerja sebagai penarik becak serta berdomisili di Kota Bandung.

Wali Kota Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menyiapkan mekanisme penyaluran dan pengoperasian becak listrik tersebut. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk menentukan lokasi operasional sekaligus titik pengisian daya.

“Kami akan koordinasi dengan kecamatan-kecamatan untuk menentukan titik-titiknya di mana, sekaligus mengusulkan titik untuk charging-nya,” ujar dia.

Pemkot Bandung bahkan menyiapkan konsep Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB) untuk mendukung keberadaan becak listrik.

Wali Kota Farhan menyebut, becak listrik tidak diarahkan sebagai pengganti transportasi umum utama. Kendaraan tersebut lebih diarahkan menjadi transportasi penunjang yang dapat dimanfaatkan masyarakat di lokasi tertentu.

Salah satu kemungkinan pemanfaatannya berada di kawasan pasar maupun destinasi wisata yang memiliki kondisi jalan relatif sesuai.

“Sebagai transportasi umum penunjang. Misalnya di pasar induk. Kemudian di tempat-tempat wisata tertentu yang tidak banyak tanjakan,”ucap dia.

Menurut Wali Kota Bandung, kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan karena penggunaan becak listrik di wilayah dengan banyak tanjakan akan berpengaruh terhadap konsumsi daya listrik.

Konsep becak wisata juga terbuka untuk dikembangkan terutama apabila becak listrik tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung layanan wisata.

“Kalau becak wisata sih boleh juga. Nanti kita pikirkan,” kata dia.

Selain becak listrik, program tersebut juga menyasar sektor pendidikan dan inklusivitas. Sejumlah siswa SD mendapatkan tablet pintar untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Sementara itu, siswa tunanetra mendapatkan kacamata pintar yang dilengkapi kamera.

Teknologi pada kacamata tersebut memungkinkan kamera menangkap atau memindai tulisan yang kemudian diterjemahkan menjadi suara.

“Kacamata pintar itu ada kameranya, di-scan tulisan langsung diterjemahkan ke dalam suara,” ungkap Wali Kota Farhan. ils/I-1

  • Becak listrik
  • Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.