Perbanyak Mikrotrans agar Jangkau Perkampungan

Jumat, 18 Sep 2026, 03:30 WIB

JAKARTA – Warga pedalaman atau perkampungan Jakarta banyak yang belum dilewati Jaklingko atau Mikrotrans. Untuk itu, Pemprov perlu memperbanyak Mikrotrans guna menjangkau daerah-daerah tersebut. “Dengan begitu, makin luas masyarakat yang dapat mengakses transportasi umum dari dekat dan murah,” tutur Ketua DPRD Jakarta Suhud Alynudin, Kamis (17/9). 

Apalagi sekarang, lintas raya terpadu (LRT) Kelapa Gading-Manggarai telah diresmikan. Ia ingin, masyarakat semakin terkoneksi dengan berbagai moda transportasi. “Ini kan kita berusaha mengintegrasikan antarmoda. Mungkin catatannya adalah penting juga penopang, Mikrotrans itu semakin menjangkau daerah-daerah kecil gitu ya. Supaya bisa sampai dari kampung-kampung, perlu disambung. Nah, mikrotrans itu supaya diperbanyak,” ujar Suhud, Kamis.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/HO-PT TransJakarta

Suhud menilai, jika seluruh moda transportasi sudah terkoneksi dengan baik, dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Pada hari Rabu (16/9), Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jakarta Pramono Anung telah meresmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai. Selama delapan hari ke depan, rute tersebut akan dikenakan tarif spesial Rp8.

Terkait akses koneksi Stasiun LRT Manggarai ke Stasiun KRL Manggarai, pihak Jakpro hingga kini masih melakukan finalisasi. Setelah jaringan transportasi itu telah rampung, tiga moda akan terintegrasi, Transjakarta, LRT dan KRL. Warga diharapkan semakin mudah dan nyaman menggunakan transportasi umum. Dengan demikian, pengguna transportasi umum semakin meningkat.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung minta operator agar Transjakarta hingga Mikrotrans melayani 11 stasiun pemberhentian LRT Kelapa Gading-Manggarai untuk memudahkan mobilitas warga.

“Mereka saya minta melayani 11 titik LRT baik Transjakarta, Jaklingko, maupun Mikrotrans. Pramono menyebut Stasiun Manggarai kini merupakan hub baru yang menjadi transit dan dilewati 1,2 juta orang setiap harinya.

Dengan demikian, nantinya kawasan tersebut akan menyambungkan tiga moda transportasi: Transjakarta, KRL dan LRT. Pramono menyatakan akan terus membenahi kawasan Manggarai agar bisa segera berfungsi baik.

Tahun Depan

Pada bagian lain, Pramono menyatakan pembangunan LRT yang menyambungkan Manggarai menuju Dukuh Atas ditargetkan mulai  Januari tahun depan dan selesai Agustus tahun berikutnya. “Untuk pembangunan dari Manggarai sampai Dukuh Atas, saya sudah minta dilaksanakan tahun depan,” ujar Pramono.

Menurutnya, anggaranya sudah disiapkan. Jadi, paling lama Januari harus sudah dimulai supaya tahun 2028 bulan Agustus sudah bisa selesai sampai dengan Dukuh Atas. Pramono menjelaskan, pembangunan rute LRT tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp2,7 triliun.

Meski dana tersebut sudah tersedia, dia tetap membutuhkan berbagai alternatif pembiayaan. Untuk itu pada hari Rabu (17/9), Pramono sempat minta dukungan BPI Danantara Indonesia untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT dan terhubung ke jalur LRT Jabodebek serta kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) di Halim.

“Jadi intinya bisa dari obligasi, APBD,dan Danantara,” ungkap Pramono. Presiden Prabowo mengutarakan Danantara Indonesia wajib membantu Pemerintah Provinsi Jakarta untuk melanjutkan pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT).

“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena Jakarta bukan hanya milik orang yang tinggal di Jakarta saja, tapi seluruh bangsa,” jelas Prabowo. Wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.