- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ilmuwan Berhasil Abadikan ...
Ilmuwan Berhasil Abadikan Gambar Permukaan Matahari dengan Detail Terbaik, Aneh tapi Menakjubkan!
Kamis, 06 Agu 2026, 12:25 WIBNEW YORK â Para ilmuwan berhasil mengabadikan gambar permukaan matahari dengan detail terbaik hingga saat ini, mengungkap fasad yang aneh dan dinamis.
Berbahaya untuk melihat langsung matahari tanpa pelindung mata yang tepat. Namun, para peneliti mampu mengintip permukaannya yang luar biasa dahsyat panasnya dengan bantuan Teleskop Surya Daniel K. Inouye milik National Science Foundation (NSF), yang terletak di pulau Maui di Hawaii.
Para ilmuwan awalnya mengambil gambar tersebut untuk alasan yang berbeda: untuk menyempurnakan dan menguji batas kemampuan teleskop. Tetapi ketika mereka melihat hasilnya, mereka menyadari telah memotret lapisan luar matahari yang terang dengan resolusi lebih tinggi daripada sebelumnya.
Terlebih lagi, mereka melihat pola-pola aneh seperti bulu yang beriak di permukaan.
âItu mengingatkan saya pada lukisan-lukisan terkenal, seperti langit yang berputar-putar dalam lukisan Malam Berbintang karya Van Gogh ,â kata fisikawan surya Ruizhu Chen dari Universitas Stanford, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini, dikutip dari Associated Press.
Para peneliti melihat riak ketidakstabilan di permukaan matahari yang disebabkan oleh bagian-bagian plasma bermagnet yang bergerak saling melewati dengan kecepatan berbeda â mirip dengan gelombang yang muncul ketika hembusan angin menerpa air. Ini adalah fenomena yang sudah dikenal yang memandu bagaimana fluida bergerak.
Fenomena ini pernah terlihat di Bumi dan planet lain seperti Jupiter dan Saturnus, tetapi "belum pernah diamati pada tingkat tersebut di permukaan matahari," menurut salah satu penulis studi, Friedrich Wöger dari National Solar Observatory (NSO).
Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Nature pada hari Rabu (5/8).
Para ilmuwan ingin mengetahui cara kerja internal matahari untuk melacak dengan lebih baik semburan energi besar yang disebut pelepasan massa koronal yang dapat meluncur ke arah Bumi. Ketika menghantam, semburan tersebut dapat memicu badai matahari , berpotensi mengganggu komunikasi GPS dan menghasilkan aurora yang berwarna-warni.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
-
Kementan Percepat Cetak 2.000 Hektare Sawah di Papua Pegunungan, Perkuat Ketahanan Pangan dan Swasembada Nasional
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
19-20 Desember Diprediksi Dishub DKI Puncak Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.