Tiongkok Resmikan Proyek Kanal Besar Pinglu

Kamis, 17 Sep 2026, 02:40 WIB

BEIJING – Tiongkok pada Rabu (16/9) meresmikan proyek kanal besar yang akan memberikan akses langsung ke laut bagi daerah-daerah yang terkurung daratan, menurut media pemerintah, sehingga mengurangi waktu tempuh dan biaya transportasi seiring dengan upaya negara tersebut untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara tetangga di kawasan.

Kanal Pinglu sepanjang 134 kilometer membutuhkan waktu empat tahun untuk dibangun dan menghubungkan Nanning, di wilayah manufaktur selatan Guangxi, ke Teluk Tonkin, yang diapit oleh Tiongkok dan Vietnam.

Ket. Foto: Foto udara memperlihatkan proyek Kanal Pinglu yang berada di Kota Qinzhou di Provinsi Guangxi, Tiongkok. Pada Rabu (16/9), Tiongkok meresmikan proyek kanal ini setelah empat tahun dibangun. — Sumber: AFP

“Sebelumnya barang-barang dari Tiongkok barat daya harus diangkut ke kota metropolitan Guangzhou di selatan untuk mencapai laut, tetapi kanal baru ini akan mempersingkat perjalanan lebih dari 560 kilometer,” lapor kantor berita Xinhua.

Kanal ini juga akan mengurangi biaya transportasi sebesar 18 hingga 30 persen, dan menghasilkan penghematan tahunan lebih dari lima miliar yuan (USD745 juta) di sektor tersebut, imbuh kantor berita itu.

Stasiun televisi pemerintah CCTV menyiarkan rekaman tongkang pertama yang melewati kanal dan video udara kapal-kapal yang berlayar di perairan yang tenang, serta menggambarkan jalur air tersebut sebagai proyek abad kita.

“Kanal tersebut membuka rute terpendek, paling ekonomis, dan paling nyaman ke Asia tenggara dan akan mendorong pembangunan ekonomi,” ungkap Xinhua.

Rute baru ini sangat penting khususnya bagi daerah pedesaan di Sichuan, Chongqing, dan Yunnan, di antara daerah lainnya, yang konektivitasnya kurang baik dibandingkan dengan wilayah yang lebih makmur di Tiongkok bagian timur. Dengan diresmikan kanal ini maka komoditas seperti batu bara, bijih, sereal, bahan kimia, hasil pertanian, dan bahan lainnya kini akan lebih mudah menjangkau pasar luar negeri.

Menurut Xinhua, sebagian besar pekerjaan konstruksi kanal tersebut melibatkan pelebaran, pendalaman, dan modifikasi jalur air yang sudah ada, sementara sebagian kecil harus digali.

Proyek yang dimulai pada Agustus 2022 ini menelan biaya total 72,7 miliar yuan, lapor kantor berita itu. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.