Investasi Perusahaan AS di Indonesia Capai Rp259,9 Triliun
Kamis, 17 Sep 2026, 01:00 WIBJakarta - Kontribusi perusahaan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia tidak hanya berupa investasi, tetapi juga berbagai program dan inovasi di bidang sumber daya manusia, ekonomi, teknologi, hingga peningkatan daya saing.
US-ASEAN Business Council (USABC) mencatat realisasi investasi perusahaan AS di Indonesia sepanjang 2020 hingga semester I-2025 mencapai 14,85 miliar dollar AS atau sekitar 259,9 triliun rupiah.
Dikutip dari Antara, Executive Vice President of Research and Chief Policy Officer US-ASEAN Business Council Marc Mealy mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan AS terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan berbagai sektor di Indonesia.
"Di balik angka-angka ini terdapat investasi nyata, program, dan kemitraan yang memberikan dampak signifikan di lapangan bagi masyarakat Indonesia," kata Mealy dalam peluncuran Laporan Bisnis AS di Indonesia (BISA) 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).
Menurut laporan tersebut, komitmen investasi perusahaan AS di Indonesia sepanjang 2020 hingga Januari 2026 mencapai sekitar 399,7 triliun rupiah atau setara 22,84 miliar dollar AS.
Mealy mengatakan Laporan BISA 2026 tidak hanya memotret investasi perusahaan AS, tetapi juga berbagai inovasi yang dikembangkan perusahaan tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan talenta, peningkatan daya saing, dan ketahanan ekonomi Indonesia.
USABC mengidentifikasi 91 inisiatif inovasi yang dilakukan 43 perusahaan AS di Indonesia sepanjang Januari 2020 hingga Januari 2026. Total nilai moneter dari berbagai inisiatif tersebut mencapai sekitar 24,8 miliar dollar AS, yang mencakup investasi, pendanaan program, hibah, dan nilai produksi.
Berbagai inovasi tersebut mencakup sektor teknologi digital dan keamanan siber, energi, pertambangan dan minyak dan gas (migas), pertanian, serta jasa keuangan dan fintech.
Dari 91 inisiatif yang teridentifikasi, sebanyak 41 persen berdampak pada pembangunan sumber daya manusia, 22 persen berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang tangguh, dan 37 persen ditujukan untuk meningkatkan daya saing bisnis.
Pada aspek pembangunan sumber daya manusia, berbagai inisiatif tersebut tercatat menjangkau 10,7 juta penerima manfaat, termasuk sekitar empat juta perempuan dan lebih dari satu juta peserta pelatihan digital.
Mealy mengatakan inovasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia, terutama dalam mendukung ambisi pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
- Investasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim
-
Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan
-
UNM dan Universitas Fajar Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Eco-Fashion Bernilai Tinggi
-
Menembus Batas Alam Ugimba: Koops TNI Habema Hadirkan Kembali Negara di Bawah Kaki Gunung Cartenz Setelah 15 Tahun Terisolasi.
-
Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.