Operasi Pasar Murah Batam, MinyaKita dan Telur Jadi Incaran Warga

Rabu, 16 Sep 2026, 14:13 WIB

BATAM – Minyak goreng MinyaKita dan telur menjadi komoditas yang paling banyak dicari masyarakat dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), di enam titik yang tersebar di kota itu. 

Kepala bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Wahyu Daryatin, mengatakan kedua komoditas tersebut menjadi kebutuhan yang banyak diburu masyarakat karena ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. 

Ket. Foto: Masyarakat memilih dan mengantre untuk membeli telur di Operasi Pasar Murah (OPM) Pemkot Batam, Kepri, Selasa (15/9/2026). — Sumber: ANTARA

“Hari pertama komoditas yang paling dicari masyarakat itu MinyaKita, telur dan juga buah-buahan. MinyaKita di pasar harganya sekitar Rp15.700 per liter, sedangkan dalam operasi pasar murah kami jual Rp15 ribu. Untuk telur, harga di pasar sekitar Rp54 ribu per papan dan di sini Rp50 ribu,” kata Wahyu saat dihubungi di Batam, Rabu (16/9). 

Ia mengatakan OPM digelar sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga daya beli. 

Kegiatan tersebut digelar di tengah tingkat inflasi Kota Batam pada Agustus 2026 yang tercatat 4,03 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar. 

OPM berlangsung selama tiga hari pada 15-17 September 2026 dan tersebar di enam titik. 

Setelah digelar di Lapangan Bola Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja dan depan Kantor Camat Bengkong pada Selasa (15/9), kegiatan dilanjutkan pada Rabu (16/9) di Lapangan Bola Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota dan Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. 

Pada Kamis (17/9), OPM dijadwalkan berlangsung di Flamboyan Community Centre, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung serta pelataran depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji. 

Sebanyak sekitar 50 pelaku usaha terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas anggota Asosiasi Distributor Kota Batam (ADKB), Perum Bulog Batam, Pertamina SAM Kepri beserta agen dan pangkalan LPG, serta mitra binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Batam. 

Selain MinyaKita dan telur, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, gula, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan sapi, sayur, buah, tepung, mi, biskuit, kopi, susu, kacang hijau, kacang tanah hingga LPG 3 kilogram. 

"Beberapa komoditas yang harganya di bawah harga pasar itu ada MinyaKita, telur, beras premium, cabe rawit, cabe merah keriting, daging sapi, daging ayam, dan juga gas LPG," katanya. 

Untuk memenuhi kebutuhan selama pelaksanaan OPM, Disperindag Batam menyiapkan sejumlah stok komoditas, di antaranya enam ton beras premium, 7.200 liter MinyaKita, 2.700 papan telur, 300 kilogram cabai rawit, 300 kilogram cabai merah keriting, 600 kilogram daging sapi, 600 kilogram daging ayam dan 1.620 tabung LPG 3 kilogram. 

“Kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat Kota Batam dan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.