BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis
Minggu, 23 Agu 2026, 11:17 WIBCILACAP â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan meteorologis dengan memantau kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, di Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (23/8), mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap, termasuk wilayah berstatus Awas kekeringan meteorologis pada dasarian ketiga Agustus 2026 atau periode 21-31 Agustus.
Dalam hal ini, kekeringan meteorologis merupakan kondisi kekeringan yang disebabkan oleh kekurangan curah hujan dalam suatu wilayah selama periode waktu tertentu (minggu, bulan, atau tahun) di bawah tingkat normal atau rata-rata historisnya. Kondisi ini merupakan fase paling awal dari siklus bencana kekeringan yang murni terjadi di atmosfer akibat anomali cuaca dan iklim.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan BPBD terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah cepat apabila kekeringan mulai berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
"Yang jelas kita monitor terus perkembangan di lapangan. Dan melakukan koordinasi serta langkah cepat bersama stakeholder terkait ketika ada persoalan di lapangan," katanya.
Menurut dia, kerja sama dengan berbagai pihak selama ini membantu BPBD menangani persoalan kekeringan, termasuk ketika masyarakat membutuhkan pasokan air bersih.
"Tapi alhamdulillah sampai dengan saat ini berkat kerja sama dengan pihak-pihak tersebut, setiap ada persoalan yang ada dapat segera diatasi. Termasuk di dalamnya memenuhi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Hingga Sabtu (22/8), pihaknya telah menyalurkan 2,37 juta liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di 41 desa pada 16 kecamatan.
Air bersih tersebut disalurkan menggunakan 462 tangki dan telah diterima 14.724 keluarga atau 37.686 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 tangki atau 460 ribu liter bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap, sedangkan 370 tangki atau 1,91 juta liter berasal dari dukungan dana tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dunia usaha dan mitra.
âHari ini (23/8), kami kembali menyalurkan bantuan bersih dan untuk sementara telah disalurkan ke dua desa tadi pagi, masing-masing sebanyak 4.000 liter dan 5.000 liter untuk 104 keluarga atau 485 jiwa,â katanya.
Dengan demikian, kata dia, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan hingga Minggu (23/8) pagi untuk sementara mencapai 2,379 juta liter
Ia mengatakan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan wilayah yang terdampak kekeringan. Menurut dia, pemantauan berkala, koordinasi lintas sektor, dan edukasi penghematan air juga terus dilakukan.
"Penanganan kami lakukan secara bertahap dengan melihat kondisi sumber air dan kebutuhan warga di lapangan. Kami juga merekomendasikan penguatan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD serta penguatan sarana penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka menengah,â kata Taryo.
- BPBD Cilacap
- Ancaman Kekeringan
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Silaturahim Kebangsaan Pimpinan MPR RI ke Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan dan Penguatan Tafsir Konstitusi
-
Kelangkaan elpiji sebabkan Inflasi di Sulawesi Tenggara
-
Kawal Kemeriahan Malam Final Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2026, PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip
-
Status Siaga Darurat! PU Kerahkan 5 Mobil Tangki Kirim 40 Ribu Liter Air ke Cimahi
-
29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.