BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia
Rabu, 07 Okt 2026, 07:59 WIBMATARAM â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut deformasi batuan dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia menyebabkan gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa bumi menengah yang memiliki parameter update 5,0 magnitudo dengan kedalaman 82 kilometer tersebut terjadi pukul 04.15 WITA, pada 7 Oktober 2026.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," ujar dia di Mataram, Rabu (07/10).
Sumawan menuturkan pusat gempa terletak pada koordinat 8,81 derajat lintang selatan dan 116,16 derajat bujur timur atau berlokasi di darat sekitar 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat.
Guncangan gempa dirasakan paling kuat di Kota Mataram dengan intensitas skala IV hingga V modified mercalli intensity (MMI). Skala itu berarti getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan orang banyak terbangun.
Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI di Lombok Tengah; III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa; serta II hingga III MMI di Kuta dan Denpasar, Bali.
BMKG memastikan gempa darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan 1,3 magnitudo.
Sumawan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.
"Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata dia.
- Gempa Lombok
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Gempa Magnitudo
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Kerahkan 4 Truk Tangki untuk Percepat Distribusi BBM di Bali
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem, Hujan, hingga Rob pada Rabu
-
Keracunan Massal Es Buah di Magelang, Bupati Grengseng Minta RSUD Tangani Pengobatan 167 Korban 24 Jam
-
Bisa Lacak Posisi Ikan dan Cuaca Buruk, Pemkot Pariaman Desak BMKG Aktifkan Radar Laut
-
Wakapolda Sulteng Pimpin Rakor Karhutla, Perkuat Patroli dan Deteksi Dini Titik Api
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Pulau Jawa Berawan hingga Cerah Berawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.