Apresiasi Para Pelaku Industri Keuangan, Media Asuransi Beri Penghargaan Top Digital Financial dan CFO Award 2026
Rabu, 07 Okt 2026, 08:07 WIBJAKARTA- Transformasi digital telah berkontribusi signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai inovasi digital. Seiring dengan perkembangan tersebut, terjadi pula perubahan dalam pola adopsi teknologi di sektor jasa keuangan. Jika sebelumnya fokus utama berada pada perluasan akses, kini perhatian mulai bergeser pada bagaimana teknologi memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna.
Dalam perkembangan berikutnya, artificial intelligence (AI) juga telah menjadi standar baru, bukan lagi sekadar pembeda. Sementara itu, aspek lain yang semakin penting adalah personalisasi, yakni bagaimana perusahaan menerjemahkan data pengguna menjadi layanan yang terasa lebih relevan dan seolah-olah âdibuat untuk sayaâ.
"Kita semua menyadari bahwa industri asuransi menghadapi tantangan yang cukup berat sepanjang 2025. Di tengah berbagai tantangan tersebut, perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh sebesar 5,11%. Kondisi ini turut menjadi konteks bagi industri asuransi jiwa dan asuransi umum yang masih mampu mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik," kata Pelaksana Tugas Direktur PT Media Asuransi Indonesia, Slamet Edi Santosa dalam sambutannya pada acara Chief Financial Officer (CFO) Award 2026 dan Top Digital Financial Award (TDFA) 2026 Media Asuransi yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (7/10).
Industri asuransi jiwa, misalnya, mencatatkan laba setelah pajak sebesar 10 triliun rupiah. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan signifikan hasil investasi yang disertai dengan penurunan klaim. Dari sisi kesehatan keuangan, industri asuransi jiwa juga menunjukkan kondisi yang kuat, tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 491 persen.
Namun, jika dilihat dari sisi operasional, masih terdapat sejumlah tantangan. Combined ratio tercatat sebesar 107 persen, sementara rasio klaim mencapai 81 persen. Meski demikian, Risk Based Capital (RBC) masih berada di atas 100 persen, yang menunjukkan bahwa investasi masih mampu menutup kewajiban teknis.
Di sisi lain, industri asuransi umum mencatatkan laba setelah pajak sebesar 16 triliun rupiah. Pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan underwriting serta hasil investasi. Dari sisi kesehatan keuangan, industri asuransi umum juga menunjukkan kondisi yang kuat dan stabil, dengan rasio RBC mencapai 387 persen.
Dari sisi operasional, kinerja industri asuransi umum tergolong baik. Hal ini tercermin dari combined ratio sebesar 71 persen, yang menunjukkan bahwa beban klaim dan operasional masih berada jauh di bawah pendapatan premi. Meski demikian, rasio klaim menunjukkan tren kenaikan dan mencapai 45 persen pada akhir 2025, terutama didorong oleh lini bisnis asuransi kredit. Sementara itu, RKI masih berada di atas 100 persen.
Dalam kondisi tersebut, Media Asuransi melihat adanya sejumlah perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi, baik konvensional maupun syariah, yang mampu mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan para pesaingnya.
"Di balik kinerja perusahaan yang baik tersebut, tentu terdapat peran penting dari jajaran manajemen, termasuk direktur keuangan atau Chief Financial Officer (CFO). CFO memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan sekaligus memastikan perusahaan mampu merespons berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi di industri," kata Edi.
Karena itu, peran CFO menjadi semakin penting, bukan hanya dalam mengelola keuangan perusahaan, tetapi juga dalam memastikan strategi bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan di tengah perubahan lingkungan industri dan perkembangan teknologi digital.
Selain Top Digital Financial Award, Media Asuransi pada kesempatan ini untuk pertama kalinya mengadakan CFO (Chief Financial Officer) Award 2026 Media Asuransi dalam satu rangkaian acara. Sebanyak 31 CFO perusahaan asuransi mendapatkan penghargaan ini berkat kepiawaian mereka dalam mengelola keuangan perusahaan.Â
Dalam Insurance Quarterly Report Kuartal IV/2025 yang diterbitkan IFG Progress disebutkan bahwa industri asuransi jiwa maupun asuransi umum di tahun lalu masih mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik.
Terus Beradaptasi
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Juri Top Digital Financial Awards 2026, Axl Nakata, mengatakan bahwa penghargaan ini memiliki makna yang penting di masa sekarang. âHal ini seiring dengan perubahan yang terjadi di dunia digital, juga di tengah tantangan perekonomian dan geopolitik global yang tak menentu beberapa tahun terakhir. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi industri keuangan untuk terus beradaptasi dan berinovasi, menghadirkan solusi dan layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan,â katanya.
Ditambahkan bahwa tim peneliti LRMA bekerja sama dengan tim peneliti Pinnacle Analytics Indonesia, melakukan riset dengan berbagai pendekatan. Penilaian bersumber dari survei pengguna berbasis web (CAWI) terhadap lebih dari 1.000 responden di seluruh Indonesia, sehingga hasilnya sepenuhnya mencerminkan pengalaman nyata nasabah dalam memakai layanan keuangan digital sehari-hari.
- industri asuransi
- Media Asuransi
- Berkinerja Terbaik
- Chief Financial Officer (CFO)
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
-
Kreatif dan Ramah Lingkungan, Nelayan Manfaatkan Drum Plastik Bekas untuk Membuat Perahu
-
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini: TNI-Polri Harus Saling Memperkuat Tanpa Ambil Kewenangan
-
Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan
-
Ilmuwan Temukan Spesies Kucing Liar Misterius di Bolivia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.