Denpasar Pacu Sport Tourism, Destinasi Wisata Makin Kompetitif

Selasa, 15 Sep 2026, 22:15 WIB

DENPASAR – Pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism menjadi peluang strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Selain mendatangkan wisatawan melalui berbagai ajang olahraga, konsep ini dapat mendorong aktivitas usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat promosi destinasi Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah pelari mengikuti Mandiri Nusa Dua International Run 2019 di Jalan Tol Bali Mandara, Bali. — Sumber: ANTARA FOTO/ Fikri Yusuf.

Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism sebagai salah satu upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Denpasar, Selasa (15/9), mengatakan pengembangan sport tourism menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan karena berbagai kegiatan olahraga di Kota Denpasar mampu menarik partisipasi masyarakat hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

“Ke depan, tentu kami akan terus berupaya menghadirkan dan mengembangkan event-event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata,” kata Arya Wibawa.

Menurut dia, pengembangan sport tourism di Denpasar diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor olahraga, tetapi juga membuka ruang promosi destinasi wisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sport tourism ini kita harapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Arya Wibawa mengatakan pengembangan sport tourism harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan karakter, budaya, lingkungan, serta kenyamanan masyarakat Kota Denpasar.

Ia menegaskan kegiatan olahraga yang dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata tidak diharapkan hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem pariwisata di Kota Denpasar.

“Kami tidak ingin sport tourism hanya menjadi sebuah event sesaat. Harapannya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.

Dorongan terhadap pengembangan sport tourism tersebut turut mendapat apresiasi melalui pemberian Special Recognition Award Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026 kepada Arya Wibawa dalam Bali Tourism Award Ke-11 Tahun 2026 di The Meru, Sanur.

Arya Wibawa menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga di Kota Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, namun yang lebih penting adalah ini merupakan apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan sport tourism di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan pariwisata Bali tidak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Bali hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 4,6 juta kunjungan dan masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Per Agustus 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali adalah 4,6 juta kunjungan, terhitung masih stabil dan mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2025. Tugas kita bersama bagaimana mampu menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sumarajaya mengatakan kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.

Menurut dia, hospitality tidak hanya berkaitan dengan fasilitas akomodasi, tetapi juga bagaimana wisatawan merasa nyaman dan memperoleh pengalaman yang baik selama berwisata.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi membangun pariwisata Bali yang berkualitas internasional dengan tetap mempertahankan adat, budaya, dan tradisi masyarakat lokal.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.