Kebakaran Gambut Penajam Belum Padam, BPBD Terus Berjibaku Jinakkan Api

Minggu, 04 Okt 2026, 05:29 WIB

PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Penajam Paser Utara (BPBD PPU) bersama sejumlah pihak masih memadamkan serta mendinginkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. yang telah memasuki hari ketujuh Sabtu ini.

"Penanganan masih dilakukan karena hasil pemantauan udara menunjukkan sejumlah titik asap gambut yang berpotensi kembali menjadi titik api," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, Nurlaila di Penajam, Sabtu.

Ket. Foto: Petugas sedang memadamkan dan melakukan pendinginan karhutla di Kelurahan Petung PPU, Kaltim, Sabtu (3/10). — Sumber: Antara foto/HO Pusdalops BPBD PPU

Sejumlah titik asap di lahan gambut tersebut terdeteksi berdasarkan pantauan drone, sehingga petugas terus berupaya menjangkau lokasi tersebut untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Penanganan karhutla di kawasan itu tidak mudah karena lokasi titik asap berada jauh dari akses sumber air, maka petugas harus menarik selang sekitar 25-30 sambungan untuk mencapai titik yang terbakar. Sekitar lima hingga enam sambungan selang digunakan untuk pengisian fleksibel tank, sehingga proses penyemprotan membutuhkan waktu dan tenaga besar.

Pada penanganan hari ketujuh, tim gabungan mengoperasikan tujuh mata semprot yang terdiri atas empat dari BPBD, satu dari Dinas Pertanian dan dua dari Manggala Agni. Sedangkan luas kawasan yang terbakar mencapai 36,88 hektare.

Penanganan juga diperkuat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Direktorat Samapta Polres PPU. Total terdapat 75 personel yang terlibat, terdiri atas 30 personel BPBD, 15 petugas Dinas Pertanian, lima Manggala Agni, 12 Satpol PP dan 13 personel Polres PPU.

"Pemadaman dan pendinginan seluruhnya menggunakan mesin portable dan slip on dengan memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di lokasi," ujarnya.

Namun, kondisi sumber air menjadi salah satu kendala utama. Saluran sekunder di sekitar lokasi karhutla telah mengering sehingga petugas mengandalkan saluran primer untuk memenuhi kebutuhan air pemadaman.

"Selain itu, PT KMS turut mendukung penanganan dengan menyiagakan mesin portable berkapasitas besar di kawasan perbatasan lokasi kebakaran," keta Nurlaila lagi.

Sebelumnya, BPBD PPU mencatat hingga 2 Oktober 2026 terjadi karhutla sebanyak 221 kali di kabupaten ini, dengan areanya yang terbakar seluas 503,47 hektare.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.