Pelatih: Dua Medali dari Cabang Padel Indonesia di Luar Ekspektasi

Minggu, 04 Okt 2026, 05:30 WIB

NAGOYA - Pelatih tim nasional padel Indonesia Ariant Moya Rotger menyebut keberhasilan tim putri Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pencapaian luar biasa yang berada di luar ekspektasi.

Pasangan Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati meraih medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu dalam debut cabang olahraga padel di Asian Games.

Ket. Foto: Tim Padel Indonesia — Sumber: antara foto

"Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," kata Ariant di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (2/10).

Menurut dia, keberhasilan menempatkan dua pasangan Indonesia di antara tiga tim terbaik yang menempati podium pada cabang olahraga padel Asian Games menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.

Ariant mengatakan persiapan mental menjadi salah satu hal yang dilakukan sebelum para pemain menghadapi pertandingan final.

Ia mengakui atmosfer yang tercipta pada pertandingan semifinal sangat luar biasa, terutama dukungan dari tuan rumah Jepang, namun situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia.

"Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," kata dia.

Karena itu, Ariant menggelar pertemuan dengan para pemain sebelum final untuk mempersiapkan mereka menghadapi atmosfer pertandingan serta kualitas lawan yang menurut dia memiliki level permainan sangat baik.

Ia juga mengingatkan para pemain bahwa target mereka telah tercapai setelah memastikan medali, sehingga pertandingan final harus dijalani dengan menikmati pengalaman dan memberikan kemampuan terbaik.

"Saya mencoba menjelaskan apa yang akan mereka temukan di final, atmosfernya, level lawan yang sangat bagus. Target kami sudah selesai. Jadi sekarang saatnya menikmati, berkompetisi sebanyak mungkin, dan menikmati pengalaman bermain di final pertama pada Asian Games," ujarnya.

Ariant menilai latar belakang para pemain Indonesia yang sebelumnya merupakan atlet tenis turut memberikan keuntungan dalam menghadapi persaingan padel di Asia.

Menurut dia, kemampuan dasar tenis yang kuat menjadi salah satu faktor penting karena membantu para pemain beradaptasi dengan permainan padel.

"Mereka adalah pemain tenis yang bagus dan itu membuat perbedaan. Selain itu, mereka berlatih dengan baik dan keras. Mereka juga berlatih di Spanyol, jadi semua detail itu penting," kata Ariant.

Ia mengungkapkan para pemain menjalani latihan di Spanyol selama lima pekan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games. Setelah kembali ke Indonesia, program latihan dilanjutkan di Jakarta sesuai dengan rencana yang telah disusun tim pelatih.

Ariant mengatakan para pemain menjalani program latihan dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai lima hingga tujuh jam dalam sehari.

"Latihannya sulit dan panjang. Mereka melakukan latihan yang luar biasa, meninggalkan keluarga di rumah, meninggalkan pekerjaan, dan datang ke sana untuk berlatih berjam-jam sepanjang hari," ujarnya.

Setelah Asian Games, tim nasional padel Indonesia akan kembali menghadapi agenda internasional. Ariant menyebut babak kualifikasi Piala Dunia Padel di Kuwait menjadi turnamen berikutnya yang akan diikuti Indonesia sekitar 15 hari setelah Asian Games.

Berbeda dengan Asian Games, kualifikasi Piala Dunia tersebut menggunakan format beregu dengan total delapan pemain dalam satu tim.

"Ada empat pemain lagi karena ini adalah turnamen tim. Daftarnya delapan pemain," kata Ariant.

Ia belum mengungkapkan nama empat pemain tambahan yang akan memperkuat Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia Padel dan mengatakan daftar tersebut akan diketahui pada pekan berikutnya.

  • Pelatih
  • Padel Indonesia
  • Dua Medali
  • Di Luar Ekspektasi

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.