- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wilayah Otonom Bangsamoro...
Wilayah Otonom Bangsamoro Filipina Gelar Pemilu Langsung Perdana
Senin, 14 Sep 2026, 16:08 WIBTOKYO - Para pemilih di Bangsamoro, wilayah otonom Muslim di Filipina selatan, berpartisipasi dalam pemilu legislatif perdana berdasarkan kesepakatan damai pada 2014 antara Manila dan kelompok pejuang Islam demi mengakhiri konflik di Pulau Mindanao.
Senin ini, hampir 2,4 juta pemilih di Wilayah Otonom Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) akan memilih anggota legislatif baru untuk menggantikan 80 anggota pemerintahan sementara yang berkuasa sejak 2019.
Pemilu di Bangsamoro seyogianya berlangsung pada 2022, akan tetapi ditunda tiga kali karena pandemi COVID-19 hingga faktor-faktor lainnya, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang mengeluarkan satu provinsi dari wilayah otonom tersebut berdasarkan hasil referendum wilayah tahun 2019.
Wilayah Bangsamoro, yang mencakup bagian tengah dan selatan Pulau Mindanao, menjadi satu-satunya wilayah di Filipina yang menjalankan sistem pemerintahan parlementer, sesuai dengan hak menentukan nasib sendiri.
Populasi Bangsamoro adalah sebesar 4,5 juta jiwa atau sekitar 4 persen dari populasi Filipina.
Bangsamoro, atau orang Moro, merujuk pada keturunan pribumi di Pulau Mindanao dan Kepulauan Sulu serta pulau-pulau di sekitarnya sebelum kolonisasi Spanyol di Filipina pada 1521.
Perlawanan bersenjata etnis Moro terhadap pemerintah pusat Filipina, yang mayoritas beragama Kristen, dimulai pada akhir dekade 1960-an oleh kelompok revolusioner Muslim Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).
Sementara itu, kelompok pecahan MNLF, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), memantik konflik pada 1970an. Sampai dengan MILF dan pemerintah pusat meneken kesepakatan damai pada 2014, konflik di wilayah tersebut telah menewaskan 150.000 kombatan dan rakyat sipil, menurut data pemerintah.
MILF, yang berpartisipasi dalam pemilu melalui partai politik Partai Keadilan Bangsamoro Bersatu (UBJP), berharap dapat terus memantau implementasi kesepakatan damai, termasuk pelucutan senjata pejuang MILF dan mendukung kesejahteraan mereka.
Dalam pemilu tersebut, UBJP menghadapi sejumlah pesaing seperti Partai Federal Bangsamoro (BFP), dipandang dekat dengan partai Presiden Ferdinand Marcos Jr. yang mendukung Filipina menjadi negara federal.
Abdulraof Macacua, mantan pemimpin MILF dan kepala daerah sementara Bangsamoro, serta sejumlah tokoh Islam lainnya memutuskan bergabung ke BFP.
Para calon dalam pemilu tersebut memperebutkan 80 kursi Parlemen Bangsamoro yang terdiri dari 40 kursi partai politik, 32 kursi daerah pemilihan (dapil), dan 8 kursi dari golongan wanita, pemuda, dan kelompok sosial lainnya.
Anggota parlemen terpilih kemudian akan menunjuk kepala daerah yang baru dari masing-masing mereka.
Sementara itu menurut pemerintah pusat Filipina, 108 pemantau pemilu dari 16 organisasi dan delegasi internasional, termasuk dari Jepang, akan memantau pelaksanaan pemilu. Hasil pemilu akan dapat diketahui pada Selasa (15/9). Ant
- Ferdinand Marcos Jr
- Mindanao
- Bangsamoro
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid
-
Kenapa Penyelundupan Emas Meningkat? Menkeu Soroti Kebijakan Bea Keluar untuk Ekspor
-
Untuk Hadapi Iran Jerman Kirim INS Drakon, Kapal Selam Tercanggih dan Termahal yang Pernah Dibuat untuk Angkatan Laut Israel
-
Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"
-
Ipang Lazuardi Rilis OST Resmi Film “Operasi Pesta Copet”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.