Jagung SPHP Mengalir, Bulog Catat Distribusi 159,3 Ribu Ton
Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIBJAKARTA â Realisasi distribusi jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 159,3 ribu ton atau 66,05 persen dari target penyaluran di tahun 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus memperkuat pelaksanaan program SPHP jagung sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak nasional.
"Dari target penyaluran SPHP jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi (peternak) telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton, setara 66,05 persen dari target," kata Rizal di Jakarta, Senin (14/9).
Menurutnya capaian tersebut menunjukkan SPHP jagung terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak.
Dengan realisasi harian tercatat sebesar 259.650 kilogram, masih terdapat sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton dari target program yang terus didorong penyelesaiannya.
Pelaksanaan SPHP jagung tahun 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP jagung di tingkat konsumen.
Adapun, sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, pemerintah kembali memperkuat dukungan kepada sektor peternakan melalui kebijakan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton sampai Desember 2026.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Risalah Rakortas menyebutkan tambahan penyaluran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah/UMKM, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.
Rizal menegaskan pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah tersebut dengan memastikan kesiapan stok serta memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak yang menjadi sasaran program.
âRealisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak," ucapnya.
Menurutnya penguatan SPHP jagung memiliki arti penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan.
Karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
Bulog akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan penguatan penyaluran hingga akhir tahun, Bulog berkomitmen menjalankan amanah pemerintah dalam menjaga ketersediaan jagung pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternak sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
- sphp jagung
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Memantau Pergerakan Buaya Muara di Perairan Tulungagung
-
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
-
Jangan Ada Basa-basi! Mentan Amran Perintahkan Bulog Gelontorkan Jagung SPHP Tanpa Batas
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Kanada Gara-gara Polusi Asap Kebakaran Hutan
-
Bantuan Bahan Makanan untuk Masyarakat di Distrik Jila
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.