Debut sebagai Nomor Satu, Rybakina Tumbang
Senin, 05 Okt 2026, 06:17 WIBBEIJING - Petenis Kazakhstan Elena Rybakina mengawali statusnya sebagai petenis nomor satu dunia dengan hasil buruk. Baru tampil untuk pertama kali setelah merebut posisi teratas berkat kemenangan di US Open, Rybakina langsung tersingkir di China Open. Rybakina ditundukkan petenis peringkat 118 dunia Alina Charaeva 3-6 6-4 6-3 dalam pertandingan selama dua jam 11 menit di Beijing, Minggu (4/10).
Kekalahan itu menempatkan Rybakina dalam catatan yang tidak diinginkan. Sejak peringkat dunia WTA diperkenalkan pada tahun 1975, hanya dua petenis yang kalah dalam pertandingan pertama setelah menjadi nomor satu dunia. Sebelumnya, Naomi Osaka mengalami nasib serupa ketika kalah dari Kristina Mladenovic di Dubai pada tahun 2019.
Bagi Charaeva, kemenangan tersebut merupakan pencapaian terbesar dalam kariernya. Petenis Armenia berusia 24 tahun itu baru menjalani pertandingan utama level tur ke-17. Namun ketenangan dan keberanian menghadapi tekanan membawa Charaev menciptakan salah satu kejutan terbesar di China Open.
âSaya tidak punya kata-kata. Ini luar biasa. Dia pemain yang luar biasa dan seperti mimpi yang menjadi kenyataan,â ujar Charaeva. Charaeva menjadi petenis kesembilan di luar 100 besar yang mampu mengalahkan petenis nomor satu dunia. Dia juga tercatat sebagai petenis dengan peringkat terendah yang mampu membalikkan keadaan untuk menang atas pemuncak peringkat dunia.
Rybakina sebenarnya mengawali laga dengan meyakinkan. Setelah saling mematahkan servis, ia menemukan ritme dan merebut set pertama 6-3 dalam 44 menit. Namun pertandingan berubah pada set kedua ketika Charaeva mulai lebih agresif dalam reli dan memaksa Rybakina melakukan kesalahan.
Rybakina sempat unggul 2-1, tetapi Charaeva langsung membalas dengan break. Sebuah pukulan passing backhand yang tajam kemudian memberinya break berikutnya untuk membawa pertandingan ke set penentuan.
Di set ketiga, Rybakina masih mampu menahan tekanan hingga kedudukan 2-2. Momentum kemudian kembali menjadi milik Charaeva setelah mematahkan servis Rybakina untuk memimpin 4-2. Keunggulan itu tidak disia-siakan. Charaeva mempertahankan servis tanpa kehilangan angka sebelum menutup pertandingan dan memastikan kemenangan terbesar dalam kariernya.
Rybakina mengakui kondisinya tidak sepenuhnya ideal setelah menjalani rangkaian aktivitas padat seusai US Open. Kurangnya waktu istirahat dan pemulihan disebut ikut memengaruhi persiapannya. Dia juga merasakan masalah pada kaki menjelang akhir pertandingan. ben/AFP/G-1
- china open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.