Isu Tsunami Selat Sunda Gegerkan Warga, BRIN Buka Suara Tegaskan Itu Hoaks
Senin, 14 Sep 2026, 17:55 WIBJAKARTA -Â Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak memicu anomali gelombang maupun ancaman tsunami di kawasan Selat Sunda.Â
"Hasil monitoring 24 jam, tidak ada tsunami ya dipastikan Bapak/Ibu. Jadi kalau ada informasi gelombang surut, gelombang tinggi itu dipastikan hoaks," kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Semeidi Husrin dalam diskusi kebencanaan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (14/9).
Semeidi menyebutkan informasi tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan intensif melalui perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA) yang terpasang persis di kawasan Pulau Rakata.
Ia menjelaskan alat pendeteksi tsunami ciptaan BRIN berbasis anomali muka air laut dengan transmisi cepat tersebut telah terintegrasi secara langsung dengan sistem jaringan peringatan dini milik BMKG.
Semeidi menuturkan bahwa peningkatan aktivitas Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik pada awal September memang sempat memengaruhi operasional pemantauan.
Menurut dia, material vulkanik yang menutupi panel surya membuat alat kesulitan melakukan pengisian daya secara maksimal di siang hari, sehingga suplai baterai IDSL-PUMMA sempat mengalami penurunan.
Meski demikian, hasil pantauan yang didapat melalui perangkat tersebut tidak menunjukkan adanya ancaman gelombang tsunami akibat adanya erupsi Gunung Anak Krakatau.
Untuk memperkuat sistem peringatan dini dari kendala alam seperti itu, BRIN mendorong kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan lebih banyak perangkat pemantau tambahan yang saling menguatkan.
"Oleh karena itu, diperlukan jumlah unit tambahan IDSL-PUMMA yang memadai. Jadi setidaknya diperlukan 6 unit di sana ya (Pulau Rakata), di setiap pulau yang mengelilingi," ujarnya.
Selain penambahan sensor muka air laut di Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata, BRIN juga tengah memprioritaskan perbaikan kamera CCTV pengawas guna keperluan validasi visual lapangan.
Penyempurnaan infrastruktur kebencanaan dan pemeliharaan alat secara reguler diharapkan dapat semakin meningkatkan perlindungan preventif bagi kawasan pesisir di sekitar Banten dan Lampung.
- bmkg
- brin
- gunung anak krakatau
- tsunami selat sunda
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Gerak Cepat Polres Tanimbar! Titik Api Kebakaran Hutan Berhasil Dipadamkan
-
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16
-
Jalan Nasional Solok–Lubuk Selasih Pulih, KemenPU Kebut Normalisasi Pascabanjir Bandang
-
Siap-Siap Payung dan Masker, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hantam Berbagai Kota Hari Ini
-
Distribusi Air Bersih Gratis Berlangsung di Jakarta Selatan
-
Anak Muda Sulsel Disiapkan Jadi Pelestari Hutan, Begini Strategi Kemenhut
-
1.000 Lebih Personel Dikerahkan, Basarnas All Out Salami Laut Cari 57 Korban Kapal Virgo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.