Berpotensi Melemah Lanjutan - 14 September 2026

Senin, 14 Sep 2026, 08:15 WIB

JAKARTA – Rupiah berpeluang melanjutkan tren pele­mahan awal pekan ini.

Investor masih cemas terhadap kon­disi geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi melihat konflik antara AS dan Iran di kawasan Timur Te­ngah masih membayangi pasar keuangan global.

Pening­katan tensi geopolitik mendorong peningkatan kepemilikan aset berbasis dollar AS atau safe haven sehingga menekan asset berisiko, termasuk rupiah.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (14/9), melemah mencapai 17.850 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (11/9), bergerak melemah 64 poin atau 0,36 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.611 rupiah per dollar AS.

“Pergerakan rupiah tertekan akibat kenaikan data Producer Price Index (PPI) AS,” ujar Research and Development Indonesia Commodity & De­rivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa.

Dia menambahkan rupiah pada perdagangan Jumat ma­sih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS yang meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Angka itu melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy) yang dirilis pada 10 September lalu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.