Ekonomi Banten Makin Ngebut, Kemendagri Beri Apresiasi: Apa Rahasianya?

Senin, 05 Okt 2026, 04:38 WIB

TANGERANG - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten karena memiliki posisi strategis dalam pembangunan sehingga berdampak kepada ekonomi nasional.

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik di Kota Serang, Banten Minggu mengatakan pada triwulan II-2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,49 persen secara tahunan (year-on-year). 

Ket. Foto: Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik saat memberikan sambutan di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10). — Sumber: Antara foto/HO Pemprov Banten

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen. Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp253,9 triliun.

Dari sisi pembangunan manusia dan kesejahteraan, persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2026 tercatat sebesar 5,38 persen, jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional yang menyentuh 8,07 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten pada 2025 mencapai 77,25, juga berada di atas rata-rata nasional sebesar 75,90.

"Berbekal letak geografis serta dukungan infrastruktur transportasi, kawasan industri, dan pusat perdagangan, Banten kini menjadi simpul penting ekonomi, logistik, investasi, dan mobilitas nasional, bukan lagi sekadar daerah penyangga," kata Anwar Harun Damanik di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu.

Ia menyebutkan, Banten merupakan penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera yang terintegrasi langsung dengan kawasan ekonomi Jakarta.

Posisi tersebut makin kuat dengan adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, dan jaringan jalan tol yang memadai. Kondisi ini yang membuat peran Banten makin vital dalam perputaran roda ekonomi nasional.

“Banten memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional sebagai penghubung Jawa dan Sumatera, serta bagian penting dari kawasan ekonomi yang terhubung langsung dengan Jakarta,” ungkap Anwar.

Gubernur Banten Andra Soni, mengatakan keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah program atau capaian indikator angka semata. Pembangunan sejati harus tercermin dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan dasar, dan pemerataan manfaat di seluruh wilayah Banten.

“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.