Andai Main Kesetanan seperti Saat Hadapi Bangladesh 10 Menit Terakhir, Ada Harapan Ketika Melawan Thailand
Jumat, 02 Okt 2026, 09:14 WIBJAKARTA â Perjuangan kesetanan para pemain timnas 10 menit terakhir saat melawan Bangladesh membawa Kevin Diks dan kawan-kawan lolos ke partai final dalam penentuan yang super dramatis. Jika mampu bermain seperti itu saat menghadapi Thailand di final, harapan juara itu ada.
Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman mengaku sangat antusias menantikan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10) mendatang.
Hal ini dikatakan Herdman karena dirinya akan bertemu Anthony Hudson, pelatih Thailand yang dulu kerap bertemu dengannya dalam laga Kanada kontra Amerika Serikat.
"Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," kata Herdman dalam jumpa pers setelah kemenangan 9-2 atas Bangladesh di SUGBK, Kamis.
Dulunya, pelatih yang menangani Thailand sejak Oktober tahun lalu tersebut adalah seorang asisten pelatih Amerika Serikat, yang ketika itu ditangani Gregg Berhalter, dari Juli 2020 sampai Januari 2023.
Pada periode itu, Herdman yang masih mengasuh Kanada bertemu Amerika Serikat tiga kali, dengan tiga pertemuan itu menghasilkan satu kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan untuknya.
"Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus," kata Herdman soal pertemuannya dengan Hudson yang merupakan sesama pelatih asal Inggris.
Selain berbicara mengenai lawan di final, Herdman juga menilai tim asuhannya masih terus berkembang karena para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama.
Menurut dia, proses membangun chemistry membutuhkan waktu dan turnamen seperti FIFA ASEAN Cup menjadi bagian penting dari perkembangan sebuah tim.
Herdman mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari dua pertandingan terakhir Indonesia, di mana ia melihat timnya menunjukkan karakter berbeda dalam menghadapi situasi di lapangan.
"Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk," kata pelatih 51 tahun itu.
"Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol," tambah dia.
Lebih lanjut, ia juga turut merespon dukungan suporter yang meneriakkan namanya setelah pertandingan dengan, "John Herdman, John Herdman, John Herdman".
"Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah," ucap dia.
- FIFA ASEAN Cup 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pesisir Barat Yaman Jatuh, Houthi Kini Cengkeram Selat Strategis Bab al-Mandab
-
FIFA Asean Cup, Jangan Terlena Pujian Singapura, Timnas Harus Tetap Waspada
-
Klasemen Grup A: Indonesia Posisi Kedua, Malaysia di Puncak
-
Terburuk dalam Sejarah, Wabah Ebola di Kongo Sudah Renggut 3.400 Nyawa
-
Resmi Rilis Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Tengok Tampilan Jersey Ketiga Timnas Indonesia Bernuansa Biru Laut, Harganya Segini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.