Banjir Mengintai, Bandung Benahi 547 Irigasi dan Siapkan Rp947 Miliar
Sabtu, 12 Sep 2026, 04:00 WIBBandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyinkronkan program pentahelix dengan rencana penataan 547 daerah irigasi (DI) untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus mencegah tumpang tindih anggaran.
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Jumat (11/9), mengatakan sinkronisasi diperlukan karena sejumlah lokasi yang menjadi sasaran program pentahelix juga masuk dalam rencana penataan daerah irigasi yang diusulkan kepada pemerintah pusat.
"DI Cirasea ini dijadikan prioritas. Tentunya nanti dilihat, supaya tidak overlap anggaran. Nanti program pentahelix bagian sebelah mana, dan nanti program irigasi yang merupakan gagasan Pak Presiden juga didorongnya di lokasi mana," katanya.
Menurut Dadang, Pemkab Bandung telah mengusulkan anggaran sekitar Rp947 miliar kepada pemerintah pusat untuk penataan daerah irigasi di Kabupaten Bandung. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp334 miliar diharapkan dapat direalisasikan pada 2026 untuk mendukung penataan infrastruktur irigasi.
Ia mengatakan saluran irigasi Cigugur di Desa Ciheulang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Cirasea yang menjadi salah satu lokasi prioritas penataan.
"Fokus pertama di wilayah Desa Ciheulang. Nanti akan dilakukan penghitungan, namun untuk lokasi Ciheulang sampai Cikopo itu sudah masuk program daerah irigasi," ujarnya.
Dadang mengatakan penataan saluran irigasi perlu dilakukan secara simultan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat yang tergabung dalam program pentahelix.
Ia meminta Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung mengundang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, serta panitia pentahelix untuk membahas pembagian lokasi pengerjaan.
"Supaya bisa sama-sama simultan untuk memperbaiki saluran daerah irigasi," katanya.
Menurut Dadang, program pentahelix telah dilaksanakan di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung sebagai salah satu upaya memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan wilayah, termasuk banjir.
"Insya Allah, akan kita terus gulirkan untuk program pentahelix ini. Saya meyakini dengan kekompakan, dengan gotong royong ini akan menyelesaikan persoalan-persoalan memitigasi dan meminimalisir persoalan banjir di wilayah Kabupaten Bandung," tuturnya.
Di Kecamatan Ciparay, program pentahelix diarahkan untuk mempercepat normalisasi sejumlah saluran irigasi yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.
Salah satunya saluran irigasi Cigugur di Desa Ciheulang yang kondisinya dangkal sehingga berpotensi menyebabkan luapan air ke Jalan Raya Laswi saat musim hujan.
Penanganan saluran tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat mitigasi banjir, tetapi juga menjaga fungsi jaringan irigasi dalam mendukung kawasan pertanian.
Sinkronisasi program menjadi penting agar pekerjaan yang dilakukan melalui kolaborasi masyarakat tidak tumpang tindih dengan penataan irigasi yang dibiayai pemerintah, sehingga anggaran dapat digunakan secara efektif untuk memperkuat infrastruktur pengairan di Kabupaten Bandung.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gedung DPRD Sulsel yang Dibakar Segera Dirobohkan
-
Sektor Informal Masih Menyerap Banyak Tenaga Kerja Indonesia
-
WFH Makin Hemat, Telkomsel Hadirkan Beragam Promo Internet Spesial di Wilayah Jakarta dan Banten
-
Dedi Mulyadi Sentil Feodalisme Pejabat, Minta Anggaran Fokus ke Rakyat
-
Pembagian Bendera Merah Putih kepada Warga Pulau-Pulau Terluar Batam untuk Perkuat Nasionalisme
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.