Formula 1: Antonelli Tak Mau Terbebani Gelar Usai Raih Kemenangan Sensasional di Monza
Jumat, 11 Sep 2026, 08:17 WIBMADRID â Kimi Antonelli semakin terlihat sebagai calon kuat juara dunia Formula 1 berikutnya. Namun, pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu memilih menyingkirkan sementara segala pikiran mengenai gelar dan berkonsentrasi penuh pada satu hal: mengemudi secepat mungkin.
Antonelli berbicara menjelang Grand Prix Spanyol di Madrid, Jumat (11/9). Ia masih larut dalam kebahagiaan setelah meraih kemenangan spektakuler di balapan kandangnya, GP Italia di Monza, Minggu lalu.
Memulai balapan dari posisi ke-19 akibat penalti mesin, Antonelli justru mampu melakukan comeback luar biasa hingga finis sebagai pemenang di hadapan puluhan ribu pendukung Italia.
Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai âhari terbaik dalam hidup saya, sejauh ini.â
Perayaan setelah balapan pun tidak kalah berkesan. Antonelli bahkan menyantap spaghetti dari trofi perak kemenangan yang diraihnya.
Pesan ucapan selamat juga membanjiri teleponnya. WhatsApp miliknya, kata Antonelli, dipenuhi pesan dari berbagai tokoh olahraga, termasuk legenda MotoGP Valentino Rossi.
Namun, euforia tersebut tidak membuat Antonelli terlena. Ia menyadari musim masih panjang dan persaingan menuju gelar masih terbuka.
âSaya sebenarnya tidak ingin mengemudi dengan memikirkan kejuaraan,â ujar Antonelli.
âMenurut saya, Monza adalah buktinya. Saya tidak mengemudi sambil memikirkan atau mengkhawatirkan kejuaraan. Saya hanya mengemudi untuk menang dan memberikan yang terbaik.â
Antonelli mengakui situasi tertentu di masa depan mungkin membuatnya harus mempertimbangkan posisi di klasemen ketika mengambil keputusan penting.
âTentu, mungkin akan ada situasi di masa depan ketika sebelum mengambil keputusan tertentu saya harus memikirkan kejuaraan. Tetapi, yang ingin saya hindari adalah masuk lintasan untuk latihan bebas, kualifikasi, atau bahkan balapan dengan memikirkan atau mengkhawatirkan kejuaraan,â katanya. âItu adalah hal yang ingin saya hindari dengan segala cara.â
Kemenangan di Monza semakin memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen.
Ia kini unggul 66 poin atas rekan setimnya, George Russell. Padahal, Russell sebelumnya merupakan salah satu favorit juara dunia sebelum musim dimulai.
Russell baru mengoleksi dua kemenangan musim ini, sementara Antonelli telah tujuh kali finis sebagai pemenang. Kondisi tersebut membuat peluang pembalap Inggris itu untuk mengejar semakin terbatas karena jumlah balapan yang tersisa terus berkurang.
Russell sendiri mengakui membutuhkan kombinasi performa impresif dan keberuntungan untuk kembali ke persaingan.
âSaya jelas membutuhkan sedikit keberuntungan dan beberapa penampilan bagus,â kata Russell mengenai peluangnya.
âSebenarnya itu bukan sesuatu yang sedang saya pikirkan. Seperti yang saya katakan, saat ini dia tampil lebih baik daripada saya sehingga dia memang layak memimpin kejuaraan.â
Russell menegaskan tidak ingin terjebak dalam perhitungan klasemen.
âSaya fokus untuk mengemudi lebih cepat dan menemukan lebih banyak performa.â
Setelah drama di Monza, Antonelli dan para pembalap Formula 1 kini menghadapi tantangan berbeda di Spanyol.
Grand Prix Spanyol akhir pekan ini akan menjadi debut sirkuit Madring sebagai tuan rumah balapan Formula 1.
Lintasan baru tersebut menghadirkan tantangan yang belum sepenuhnya dipahami para pembalap. Data yang tersedia masih terbatas, sementara karakter sirkuit dan kondisi sebenarnya baru akan diketahui setelah mobil turun langsung ke trek.
Bagi Antonelli, situasi tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menerapkan pendekatan yang sama seperti di Monza: tidak memikirkan gelar, tidak terbebani klasemen, dan hanya berkonsentrasi pada performa di lintasan.
Jika pendekatan tersebut kembali membuahkan hasil, keunggulan Antonelli di puncak klasemen bisa semakin sulit dikejar.
- Formula 1
- Kimi Antonelli
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mastel Dorong Platform Global Andil ke Infrastruktur Digital Nasional
-
Bea Cukai gagalkan penyelundupan ekspor emas
-
Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT
-
Tekanan terhadap Infantino Meningkat, UEFA Pertahankan Ancaman Boikot meski CAF Beri Dukungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.