FAO Dorong Pengurangan Limbah Pangan Lindungi Hutan

Jumat, 02 Okt 2026, 02:00 WIB

ROMA - Mengurangi susut dan limbah pangan dapat membantu mentransformasi sistem pangan pertanian, menghemat sumber daya alam, serta mengurangi tekanan terhadap hutan, kata Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) Qu Dongyu, Selasa (29/9).

Dikutip dari Antara, Qu menyampaikan hal tersebut dalam acara bersama FAO dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) di kantor pusat FAO di Roma untuk memperingati Hari Kesadaran Internasional tentang Kehilangan dan Limbah Pangan yang ketujuh.

Ket. Foto: Food and Agriculture Organization (FAO) — Sumber: istimewa

Menurut FAO, sekitar 13,4 persen pangan yang diproduksi secara global mengalami susut setelah panen dan sebelum mencapai tingkat ritel. Sementara itu, sekitar 19 persen pangan yang tersedia bagi konsumen terbuang di tingkat ritel, layanan makanan, dan rumah tangga.

Susut dan limbah pangan tidak hanya menghilangkan makanan, tetapi juga menyia-nyiakan lahan, air, serta sumber daya lain yang digunakan dalam proses produksinya. FAO memperkirakan sekitar 1,4 miliar hektare lahan digunakan untuk menghasilkan pangan yang pada akhirnya tidak dikonsumsi.

FAO menilai pengurangan susut dan limbah pangan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia sekaligus mengurangi tekanan terhadap hutan. Hal itu penting karena ekspansi pertanian masih menjadi salah satu pendorong utama deforestasi secara global.

"Untuk melindungi hutan, kita harus mentransformasi sistem pertanian pangan; untuk mentransformasi sistem pertanian pangan, kita harus mengurangi susut dan limbah pangan; dan dengan mengurangi susut serta limbah pangan, kita turut membantu melindungi hutan," ujar Qu.

FAO menyebut susut dan limbah pangan menyumbang sekitar 10 persen emisi gas rumah kaca global. Makanan yang terbuang dan kemudian membusuk, terutama di tempat pembuangan akhir dalam kondisi tanpa oksigen, menghasilkan metana yang merupakan gas rumah kaca kuat.

Meski telah menjadi bagian dari komitmen internasional, dunia dinilai masih menghadapi tantangan dalam mencapai target 12.3 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Target tersebut mencakup pengurangan setengah limbah pangan per kapita di tingkat ritel dan konsumen serta pengurangan susut pangan di sepanjang rantai produksi dan pasokan pada 2030.

Dalam kegiatan tersebut, FAO juga meluncurkan peta data interaktif Indeks Susut Pangan yang menyajikan estimasi susut pangan 2024 pada tingkat subregional dan regional.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.