Maksimalkan Serangan Sayap untuk Cetak Banyak Gol

Kamis, 01 Okt 2026, 06:56 WIB

JAKARTA - Pertandingan terakhir Grup A FIFA Asean Cup 2026 berubah menjadi ujian ketajaman Timnas Indonesia. Menjamu Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10) malam, Skuad Garuda wajib menang besar. Sebab, tiga poin saja belum otomatis mengantarkan Indonesia ke final.

Ada hitungan yang harus dituntaskan: selisih gol. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Bedanya, Malaysia memiliki selisih gol +3, sedangkan Indonesia +2. Dengan hanya juara grup yang berhak melangkah ke partai puncak, setiap gol yang tercipta di GBK malam ini dapat menentukan nasib Garuda.

Ket. Foto: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kedua kanan) memimpin latihan resmi menjelang pertandingan ketiga dalam FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (30/9). Latihan resmi tersebut menjelang melawan Timnas Bangladesh pada Kamis (1/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

Pertandingan Indonesia melawan Bangladesh akan berlangsung bersamaan dengan duel Malaysia menghadapi Singapura. Karena itu, anak asuh John Herdman tidak hanya harus memikirkan gawang sendiri dan gawang lawan, tetapi juga perkembangan skor di pertandingan yang berlangsung di Bandung.

Hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia, Senin (28/9), membuat situasi tersebut tidak terhindarkan. Indonesia gagal menambah poin secara maksimal setelah Thom Haye menerima kartu merah langsung pada menit ke-37. Bermain dengan 10 pemain sepanjang sisa pertandingan, Skuad Garuda memilih menjaga keseimbangan permainan dan akhirnya mengamankan satu poin.

Hasil itu memang mempertahankan peluang Indonesia. Tetapi, pada saat yang sama, hasil tersebut membuat margin kesalahan harus semakin kecil. Kini Bangladesh menjadi sasaran berikutnya. Secara klasemen, tim asuhan Javier Cabrera berada di posisi terbawah setelah kalah 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura. Di atas kertas, Indonesia memiliki kualitas yang lebih baik.

Namun, justru di situlah persoalannya. Bangladesh tidak lagi memiliki beban mengejar tiket final. Mereka dapat bermain lebih lepas dengan pendekatan defensif. Pertahanan berlapis menjadi pilihan logis untuk memperlambat tempo permainan Indonesia. Sedangkan serangan balik dapat digunakan untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan pemain-pemain Garuda.

Perbaikan pertahanan Bangladesh terlihat ketika menghadapi Singapura. Setelah kebobolan tiga gol pada laga pembuka melawan Malaysia, mereka hanya kemasukan satu gol saat melawan Singapura.

Artinya, Indonesia tidak bisa berharap lawan akan menyerah hanya karena berada di dasar klasemen. Justru sebaliknya, Skud Garuda harus mampu memecahkan pertahanan rapat sejak awal tanpa kehilangan kesabaran. Persoalan efektivitas menjadi semakin penting karena Indonesia sejauh ini baru mencetak dua gol dalam dua pertandingan.

Dalam skenario tersebut, Indonesia harus mencetak gol sebanyak mungkin. Selisih gol Malaysia +3 menjadi angka yang harus dikejar. Jika Malaysia menang 1-0, misalnya, Indonesia membutuhkan kemenangan dengan margin lebih besar untuk mengambil alih posisi teratas melalui perhitungan selisih gol.

Sebaliknya, jika Malaysia gagal meraih kemenangan, persoalan menjadi lebih sederhana. Tiga poin dari Bangladesh akan cukup untuk membawa Indonesia ke puncak Grup A. Dengan demikian, fokus Garuda terbagi menjadi dua: memastikan kemenangan dan menjaga kemungkinan memperlebar margin kemenangan.

Sektor sayap menjadi salah satu jalur yang diperkirakan akan dimaksimalkan. Calvin Verdonk dan Luke Vickery dituntut mampu memberikan lebar permainan, memenangkan duel satu lawan satu, kemudian mengirimkan umpan mendatar atau umpan tarik ke dalam kotak penalti.

Pengamat sepak bola Haris Pardede menilai kehilangan Haye mengurangi kreativitas Indonesia di lini tengah. “Kehilangan Thom Haye mereduksi motor kreativitas lini tengah kita secara signifikan. Masalah utama Indonesia saat ditahan Malaysia adalah minimnya suplai bola bersih ke sepertiga akhir setelah kartu merah,” ujar Haris.

Menurut dia, Indonesia harus menghindari permainan yang terlalu lambat karena akan memberikan waktu kepada Bangladesh untuk membangun pertahanan. “Lawan dipastikan akan menumpuk pemain di area pertahanan mereka sendiri. Kuncinya adalah sirkulasi bola yang cepat dan pemanfaatan lebar lapangan secara konsisten. Pemain sayap harus berani melakukan tusukan satu lawan satu,” katanya.

Tetapi Haris juga mengingatkan Indonesia agar tidak terjebak mengejar gol secara terburu-buru. “Jangan panik jika gol pembuka tidak kunjung lahir dalam 10 menit awal. Ketenangan adalah kunci utama meruntuhkan tembok pertahanan berlapis,” ujarnya.

Peringatan tersebut penting. Semakin tinggi kebutuhan untuk mencetak banyak gol, semakin besar pula risiko pemain kehilangan struktur permainan. Bangladesh akan menunggu kesalahan itu. Ketika Indonesia terlalu banyak mengirim pemain ke depan, ruang di belakang dapat menjadi sasaran serangan balik.

“Secara kualitas kolektif maupun individu, level Indonesia berada di atas Bangladesh. Namun, dinamika sepak bola tidak ditentukan di atas kertas. Bangladesh bermain lepas tanpa tekanan psikologis target,” kata Haris. Karena itu, agresivitas harus berjalan beriringan dengan disiplin.

Kapten Indonesia Kevin Diks juga meminta rekan-rekannya tidak menjadikan atmosfer GBK sebagai tekanan. Puluhan ribu suporter memang akan memberikan dorongan besar, tetapi situasi pertandingan dapat berubah jika gol pertama tak kunjung datang. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Indonesia 3-4-3

Maarten Paes

Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner

Luke Vickery, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk

Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Mitchell Baker

Bangladesh 4-3-3

Mehedi Hasan Srabon

Tariq Kazi, Topu Barman, Shakil Hossain, Isa Faysal

Sohel Rana, Mohammad Ridoy, Jamal Bhuyan

Rakib Hossain, Shekh Morsalin, Foysal Ahmed Fahim

  • Jadwal Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.