Bukan Cuma Jago Teori! Mahasiswa Vokasi Kemenperin Menang Kompetisi AI Internasional

Jumat, 11 Sep 2026, 22:35 WIB

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Upaya ini membuahkan berbagai prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa dan siswa dari unit pendidikan Kemenperin, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) saat berfoto bersama mahasiswa Politeknik binaan Kementerian Perindustrian di sela sela acara wisuda — Sumber: istimewa

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal, tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul, yaitu SDM yang menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat,” kata Menperin dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Menurut Agus, penguatan pendidikan vokasi juga merupakan bagian dari upaya Kemenperin mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM nasional. Oleh karena itu, pendidikan vokasi industri terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam menyiapkan SDM industri tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan pendidikan vokasi industri pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK. Setiap unit pendidikan memiliki spesialisasi dan kompetensi yang spesifik sehingga para lulusannya dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mendalam serta relevan dengan kebutuhan industri.

Keunggulan pendidikan vokasi Kemenperin antara lain diwujudkan melalui penerapan dual system yang mengintegrasikan pembelajaran di satuan pendidikan dengan praktik langsung di industri. Pola ini ditujukan untuk menghasilkan SDM yang siap kerja dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor industri.

Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan menyampaikan, kualitas pendidikan vokasi Kemenperin juga tercermin dari berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang berhasil diraih siswa dan mahasiswa.

“Politeknik, akademi komunitas, maupun SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian telah meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan. Hal tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik yang suatu saat akan turut menggerakkan roda industri manufaktur,” ujar Adie.

Raih Pengakuan Internasional

Salah satu prestasi terbaru ditorehkan Politeknik ATI Makassar dengan meraih medali emas dan perak pada International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 yang diselenggarakan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah pada Agustus 2026.

Medali emas diraih melalui inovasi bertajuk “RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem” yang diketuai Hamdan Gani. Sementara itu, medali perak diperoleh melalui inovasi “UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure” yang diketuai Muhammad Fadli Azis.

Tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) tersebut mewakili Politeknik ATI Makassar dalam kompetisi yang diikuti secara daring pada kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes. Kedua tim menampilkan inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menjawab tantangan di bidang keselamatan dan industri.

Prestasi itu sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa pendidikan vokasi Kemenperin dalam mengikuti perkembangan teknologi industri. Pemanfaatan AI dalam inovasi mahasiswa juga menjadi bagian penting dari kesiapan SDM industri menghadapi transformasi teknologi yang semakin cepat.

Tembus Perguruan Tinggi Tiongkok

Prestasi internasional juga ditunjukkan SMK-SMTI Pontianak. Tiga siswanya berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok.

Elbert Henrilsen berhasil meraih GXU Top Discipline Scholarship untuk menempuh program studi Mechanical Design, Manufacturing and Its Automation di Guangxi University. Selanjutnya, Rizal Firany memperoleh Guangxi Government Scholarship untuk mendalami jurusan Equipment Intelligence Technology di Liuzhou Polytechnic University (LZPU).

Sementara itu, Yuga Arkadiva berhasil mendapatkan Taohuayuan Scholarship di Changde Vocational Technical College (CVTC) untuk memperdalam program Chinese Language.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa lulusan pendidikan vokasi Kemenperin memiliki peluang untuk melanjutkan pengembangan kompetensi pada tingkat internasional. Pengalaman pendidikan di luar negeri diharapkan semakin memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas mereka untuk berkontribusi terhadap pengembangan industri nasional.

Unggul Kemampuan Akademik

Selain prestasi inovasi dan kesempatan pendidikan internasional, capaian membanggakan juga diraih SMK-SMAK Bogor. Sekolah vokasi di bawah Kemenperin tersebut berhasil menempati peringkat pertama SMK Negeri dengan nilai rata-rata tes kemampuan akademik tertinggi se-Jawa Barat.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa pendidikan vokasi Kemenperin tidak hanya kompetitif dalam berbagai perlombaan dan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang tinggi.

Beragam prestasi itu menjadi bukti pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan sektor industri. Melalui pola pendidikan yang berorientasi pada kompetensi, teknologi, inovasi, dan kebutuhan dunia kerja, Kemenperin terus berupaya menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi bagian dari transformasi industri nasional.

Adie berharap berbagai pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, serta unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk terus meningkatkan kualitas dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi sektor industri.

“Pencapaian unit-unit pendidikan vokasi industri Kemenperin harus dijadikan momentum untuk membangkitkan inspirasi baru, melahirkan karya-karya yang cemerlang dan bermanfaat bagi industri nasional,” pungkas Adie.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.