Sabalenka Waspadai Pembalasan Pegula

Kamis, 10 Sep 2026, 06:37 WIB

NEW YORK - Petenis Belarusia Aryna Sabalenka kembali lolos dari lubang jarum. Juara bertahan US Open itu harus melewati pertarungan sengit selama tiga set melawan Linda Noskova sebelum memastikan tiket semifinal. Di babak empat besar, petenis nomor satu dunia tersebut kembali bertemu Jessica Pegula, lawan yang dua kali pernah ditaklukkannya di ajang US Open.

Sabalenka mengalahkan Noskova 7-6 (7-1), 3-6, 7-6 (10-7) di Arthur Ashe Stadium, Rabu (9/9). Kemenangan sulit itu memperpanjang langkahnya di Flushing Meadows sekaligus membuat Sabalenka mencapai semifinal US Open untuk keenam kalinya secara beruntun.

Ket. Foto: Petenis Belarus Aryna Sabalenka memukul bola ke arah penonton setelah mengalahkan petenis Republik Ceko Linda Noskova dalam pertandingan perempat final tunggal putri pada hari kesepuluh turnamen tenis US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, 8 September 2026. — Sumber: ANGELA WEISS / AFP

Namun, perjalanan menuju empat besar kali ini jauh dari mudah. Noskova tampil tanpa rasa gentar menghadapi petenis nomor satu dunia. Bahkan, petenis Ceko berusia 21 tahun itu menjadi pemain pertama di turnamen tahun ini yang mampu merebut satu set dari Sabalenka.

Pertarungan semakin menegangkan pada set ketiga. Sabalenka sempat kehilangan servis setelah melakukan dua double fault pada gim kelima dan tertinggal 2-4. Dalam situasi genting, juara dua edisi terakhir itu justru menemukan kembali ketenangannya.

Sabalenka langsung merespons dengan mematahkan servis Noskova tanpa kehilangan angka untuk menyamakan kedudukan 4-4. Setelah kedua pemain mempertahankan servis masing-masing, penentuan pun dilakukan melalui tie-break 10 angka.

Sabalenka kembali berada dalam tekanan ketika tertinggal 0-2. Tetapi pengalaman berbicara. Ia membalikkan keadaan sebelum mengunci kemenangan dengan sebuah ace berani melalui servis kedua. “Pertandingan yang luar biasa. Saya benar-benar mendorong diri sampai batas maksimal, terutama pada set ketiga,” kata Sabalenka.

Sabalenka sebenarnya berpikir pertandingan sudah selesai. Justru perasaan itulah yang membantu bermain lebih lepas dan berani mengambil pukulan. Noskova sebenarnya tampil sangat impresif. Ia melepaskan 18 ace dan menghasilkan 46 winner. Ini lebih banyak daripada Sabalenka yang mencatat 42 winner. Namun, pada poin-poin penting, Sabalenka menunjukkan pengalaman seorang juara.

Kini, tantangan berikutnya datang dari Pegula. Petenis Amerika Serikat itu memastikan tempat di semifinal setelah bangkit dari kehilangan set pertama untuk mengalahkan kompatriotnya, Emma Navarro, 3-6, 6-4, 6-3.

Pertemuan Sabalenka dan Pegula menjadi ulangan laga besar US Open. Keduanya pernah berhadapan pada laga final 2024, ketika Sabalenka keluar sebagai juara. Setahun kemudian, mereka kembali bertemu di semifinal dan Sabalenka lagi-lagi menjadi pemenang.

Bagi Pegula, semifinal kali ini menjadi kesempatan untuk mengubah sejarah sekaligus membalas dua kekalahan tersebut. Final US Open 2024 masih menjadi satu-satunya penampilan Pegula di partai puncak Grand Slam. Sedangkan bagi Sabalenka, laga ini bukan sekadar perebutan tiket final. Ada ambisi mempertahankan mahkota dan mempertahankan posisi sebagai petenis nomor satu dunia.

Sabalenka telah memenangi 18 pertandingan berturut-turut di Flushing Meadows. Jika ingin tetap bertahan di puncak peringkat dunia, dia setidaknya harus melangkah hingga final dan berharap hasil-hasil lainnya berpihak kepadanya. ben/AFP/G-1

  • US Open 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.