Partai Oposisi Utama Jepang Bubar

Kamis, 10 Sep 2026, 02:15 WIB

TOKYO – Kubu oposisi politik Jepang yang terpecah-pecah semakin terpuruk pada Rabu (9/9) setelah partai utamanya mengumumkan pembubarannya, menyusul upaya yang gagal untuk melawan pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang sangat populer.

Aliansi Reformasi Sentris akan mengakhiri aktivitasnya, kata ketuanya, Junya Ogawa, dalam konferensi pers, mengakhiri upaya selama delapan bulan untuk menciptakan penyeimbang politik yang efektif terhadap Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan PM Takaichi.

Ket. Foto: Junya Ogawa — Sumber: AFP/JIJI PRESS 

“Setelah kami melunasi pembayaran yang tertunggak, kami akan membubarkan partai ini,” kata Ogawa.

Partai Sentris dibentuk secara tergesa-gesa pada bulan Januari lalu sebagai upaya untuk menggabungkan dua kelompok oposisi utama dan membangun gerakan yang lebih kuat dan bersatu melawan Takaichi. Dua kelompok itu adalah Komeito yang pernah jadi mitra koalisi LDP dan Partai Demokrat Konstitusional Jepang.

Partai baru tersebut mengalami kekalahan telak dalam pemilihan umum Februari lalu, dengan hanya mengamankan 49 kursi di Majelis Rendah yang beranggotakan 465 kursi, dan melengserkan lebih dari 100 anggotanya sendiri yang berupaya terpilih kembali. Akibatnya Partai LDP bisa menambah lebih dari 100 kursi, sehingga memenangkan total 316 kursi.

Beberapa anggota kelompok Sentris diperkirakan akan kembali ke partai lama mereka atau membentuk partai baru.

“Meskipun partai tersebut telah dibubarkan, para anggotanya diperkirakan akan membentuk kelompok parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat untuk terus mendorong alternatif yang layak bagi LDP,” kata Ogawa.

Partai pasifis Komeito mengakhiri koalisi 26 tahunnya dengan LDP pada Oktober 2025, dengan alasan bahwa mitranya menolak untuk memperkuat peraturan tentang sumbangan politik setelah skandal penggalangan dana. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.