• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kesehatan Saluran Cerna An...

Kesehatan Saluran Cerna Anak Jadi Perhatian, GIC Dorong Kolaborasi Multidisiplin

Kamis, 10 Sep 2026, 11:10 WIB

JAKARTA — Kesehatan saluran cerna semakin mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai kesehatan anak sejak awal kehidupan. Selain berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, saluran cerna berkaitan dengan perkembangan mikrobiota usus yang memiliki peran dalam mendukung sistem imun dan tumbuh kembang anak.

Perhatian tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya angka persalinan caesar di Indonesia. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam materi Gut and Immunity Council (GIC), persalinan caesar mencapai 25,9 persen atau sekitar satu dari empat proses kelahiran pada 2023. Angka tersebut diperkirakan masih akan meningkat dalam satu dekade mendatang.

Ket. Foto: Acara peluncuran Gut and Immunity Council (GIC) di Jakarta pada Rabu (9/9/2026). Dewan ini mendorong kolaborasi multidisiplin untuk memperkuat riset dan edukasi tentang mikrobiota, kesehatan saluran cerna, imunitas, dan tumbuh kembang anak. — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.O.G., Subsp.K.F.M., mengatakan bahwa metode persalinan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi paparan lingkungan awal bayi, termasuk proses kolonisasi mikrobiota usus.

“Di Indonesia, jumlah persalinan caesar terus meningkat sejak tahun 2013 dan diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Tren peningkatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh indikasi medis, tetapi juga berbagai faktor nonmedis,” ujar Febriansyah dalam acara peluncuran GIC di Jakarta pada Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, persalinan caesar yang dilakukan berdasarkan indikasi medis dapat berperan dalam menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta anak. Namun, proses persalinan normal dan caesar memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda, termasuk dalam proses kolonisasi mikrobiota usus.

Perkembangan mikrobiota usus, lanjut Febriansyah, perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir. Nutrisi ibu selama kehamilan, proses persalinan, pemberian air susu ibu (ASI), serta pemenuhan nutrisi setelah kelahiran merupakan rangkaian faktor yang saling berkaitan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Tiga Tahun Pertama Jadi Periode Penting

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A., Subsp.G.H.(K), mengatakan bahwa tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode penting bagi perkembangan mikrobiota usus, pematangan saluran cerna, dan perkembangan sistem imun.

Pada periode tersebut, berbagai faktor awal kehidupan, termasuk metode persalinan, dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus. Pada persalinan normal, bayi mendapatkan paparan mikroorganisme yang berasal dari ibu yang berkontribusi terhadap pembentukan mikrobiota usus pada awal kehidupan.

Andy menjelaskan bahwa proses tersebut umumnya dikaitkan dengan kolonisasi bakteri Bifidobacterium, yang berperan dalam maturasi saluran cerna dan perkembangan sistem imun. Sementara itu, bayi yang lahir melalui persalinan caesar memiliki pola kolonisasi mikrobiota yang berbeda karena tidak mengalami paparan yang sama selama proses persalinan.

Perbedaan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota pada awal kehidupan dan dikaitkan dengan meningkatnya risiko disbiosis usus. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota sejak dini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pematangan saluran cerna, sistem imun, dan tumbuh kembang anak.

Saluran cerna sendiri tidak hanya berfungsi dalam proses pencernaan, melainkan juga berperan dalam penyerapan nutrisi. Materi GIC menyebutkan saluran cerna sebagai ekosistem kompleks yang dihuni sekitar 40 triliun mikrobiota.

Mikrobiota usus memiliki berbagai fungsi, termasuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung regulasi sistem imun. Sekitar 70 persen sel imun tubuh disebut berada di saluran cerna sehingga interaksi antara mikrobiota usus dan sistem imun berperan dalam proses pematangan serta fungsi daya tahan tubuh.

Sinbiotik dan Kesehatan Saluran Cerna

Andy mengatakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik.

“Intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar,” tutur Andy.

Materi GIC juga menyebutkan pemberian biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik sebagai salah satu upaya untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna sekaligus penyerapan nutrisi anak.

Kesehatan saluran cerna juga memiliki keterkaitan dengan sistem komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis (GBA). Melalui mekanisme tersebut, kondisi saluran cerna, termasuk mikrobiota usus, dapat berkaitan dengan regulasi emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Sebaliknya, kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi fungsi saluran cerna.

Psikolog Klinis Senior, Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., mengatakan bahwa tumbuh kembang anak perlu dilihat secara menyeluruh karena kesehatan fisik, kognitif, dan emosional saling berkaitan.

“Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan adanya keterkaitan antara kesehatan saluran cerna dan perkembangan kognitif, perilaku, serta emosional anak,” jelas Ratih.

Menurut dia, perkembangan kognitif dan emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kecukupan nutrisi, stimulasi, dan lingkungan. Gangguan kesehatan yang berulang dapat memengaruhi kenyamanan, suasana hati, serta kesiapan anak untuk beraktivitas dan menerima stimulasi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.

GIC Jadi Wadah Kolaborasi Multidisiplin

Seiring meningkatnya perhatian terhadap mikrobiota usus dan biotik, kebutuhan terhadap penguatan bukti ilmiah, edukasi, dan kolaborasi lintas disiplin turut meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pembentukan Gut and Immunity Council (GIC) sebagai platform ilmiah multidisiplin.

GIC mempertemukan berbagai pakar untuk meningkatkan pemahaman mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, imunitas, dan peran biotik di Indonesia.

Andy menjelaskan bahwa GIC memiliki empat area utama, yaitu kesehatan saluran cerna, imunitas, biotik untuk kondisi khusus, dan advokasi biotik.

“Melalui kolaborasi multidisiplin, GIC menjalankan tiga peran utama, yakni mendorong edukasi melalui pengembangan bukti ilmiah dan peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, memperkuat advokasi melalui kolaborasi dengan organisasi profesi medis dan organisasi lainnya, serta meningkatkan komunikasi melalui materi edukasi berbasis sains bagi tenaga kesehatan dan orang tua,” kata Andy.

Menurut Andy, GIC juga diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan, diskusi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas bidang. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat bukti ilmiah di tingkat lokal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, sistem imun, dan biotik.

Pembentukan GIC menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Microbiome Day, yang menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mikrobioma dalam mendukung kesehatan.

Kesehatan Gut sebagai Investasi Generasi Masa Depan

CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, Joris Bernard, menyambut kehadiran GIC sebagai platform yang mempertemukan para ahli dan pemangku kepentingan untuk mendorong penelitian, diskusi ilmiah, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan saluran cerna.

Joris menilai kesehatan gut (usus) merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi masa depan yang lebih sehat. Menurut dia, semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan keterkaitan kesehatan saluran cerna dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan fisik dan mental.

“Kami melihat kesehatan anak-anak sebagai investasi untuk generasi depan. Kesehatan gut sangat penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat di Indonesia dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal,” papar Joris.

Karena cakupan kesehatan gut yang luas, Joris menilai pendekatan multidisiplin menjadi penting. GIC dinilai dapat menjadi wadah yang mempertemukan para ahli dari berbagai bidang untuk bekerja bersama dalam memperkuat penelitian dan edukasi.

“Kami percaya dengan menetapkan Gut and Immunity Council, sangat penting untuk memiliki para ahli dari berbagai bidang untuk bekerja bersama,” katanya.

Menurut Joris, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong penelitian lebih lanjut dan menghasilkan bukti ilmiah mengenai manfaat probiotik dalam mendukung kesehatan anak Indonesia.

“Kami percaya Gut and Immunity Council adalah permulaan perjalanan untuk mempromosikan kesehatan gut di Indonesia dan memperbaiki kesehatan anak-anak Indonesia,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa kesehatan saluran cerna tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik. Kesehatan gut juga menjadi bagian dari kemampuan anak untuk berinteraksi dan berkembang secara menyeluruh.

“Kesehatan gut sangat penting bagi pembangunan anak-anak Indonesia karena kesehatan gut biasanya berarti anak-anak Indonesia sehat, dapat berhubungan dengan orang lain, serta berkembang dengan baik secara fisik dan mental,” kata Joris.

Dorong Inovasi Nutrisi Berbasis Bukti

Joris mengatakan Danone berkomitmen mendukung berbagai inisiatif berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi dengan para ahli untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut, menurut dia, sejalan dengan misi Danone, “to bring health through food to as many people as possible”.

Dalam mendukung kesehatan saluran cerna anak, Danone juga mengembangkan inovasi nutrisi yang didukung penelitian ilmiah dan telah melalui pengujian klinis. Salah satunya berupa inovasi sinbiotik yang mengombinasikan prebiotik FOS dengan rasio 1:9 dan probiotik Bifidobacterium breve M16-V (B. breve M16-V).

Inovasi tersebut disebut telah teruji secara klinis dan didukung lebih dari 40 studi ilmiah serta 90 publikasi internasional di lebih dari 10 negara dari Asia hingga Eropa. Materi yang disampaikan juga menyebutkan kombinasi tersebut dapat membantu memulihkan bakteri baik 27 kali lebih cepat pada anak yang lahir melalui persalinan caesar.

“Inovasi sinbiotik dengan kombinasi FOS 1:9 dan Bifidobacterium breve M16-V yang telah teruji secara klinis dapat membantu memulihkan bakteri baik 27 kali lebih cepat pada anak yang lahir secara caesar. Kehadiran bakteri Bifidobacterium sejak awal kehidupan diketahui berperan dalam mendukung perkembangan sistem imun anak,” imbuh Joris.

Joris menilai tantangan kesehatan yang semakin kompleks tidak dapat diatasi hanya melalui satu bidang keilmuan. Oleh karena itu, kolaborasi antara peneliti, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lain diperlukan untuk memperkuat basis pengetahuan dan edukasi masyarakat.

“Kami percaya bahwa tantangan kesehatan yang kompleks membutuhkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi melalui GIC dapat terus mendorong perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat komunikasi berbasis bukti kepada masyarakat.

“Bersama-sama, kita dapat terus mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, memperkuat edukasi berbasis bukti, serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran biotik dalam mendukung kesehatan saluran cerna dan imunitas bagi generasi mendatang,” lanjut Joris.

  • Danone Indonesia
  • prebiotik
  • probiotik
  • Tumbuh Kembang Anak
  • imunitas anak
  • kesehatan anak
  • perkembangan kognitif anak
  • nutrisi anak
  • Sinbiotik
  • Mikrobiota Usus
  • Gut Health
  • Gut and Immunity Council
  • GIC
  • Kesehatan Saluran Cerna
  • Gut-Brain Axis
  • Biotik
  • FOS:GOS
  • Bifidobacterium breve M16-V
  • Persalinan Caesar
  • Joris Bernard
  • World Microbiome Day

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.