- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut-Russia Pererat Hubun...
Korut-Russia Pererat Hubungan dengan Dibukanya Jembatan Perbatasan
Rabu, 09 Sep 2026, 02:40 WIBSEOUL - Korea Utara (Korut) menyebut jembatan jalan pertama yang melintasi perbatasan sempitnya dengan Russia sebagai tanda nyata penguatan hubungan, demikian dilaporkan media pemerintah pada Selasa (8/9), seiring dengan langkah Pyongyang untuk memperoleh keuntungan dari negara-negara tetangganya yang kuat yaitu Russia dan Tiongkok.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Tumen menuju Russia dan jembatan lainnya yang sedang dibangun menuju Tiongkok, menurut para ahli merupakan bagian dari pergeseran yang menawarkan pilihan ekonomi dan strategis bagi Pyongyang yang telah lama dicari.
âKorut akan secara bersamaan mengamankan dua jalur darat utama yang menghubungkannya dengan Russia dan Tiongkok, memungkinkan mereka untuk mendorong persaingan antara kedua negara dan memaksimalkan keuntungan mereka," kata Lim Eul-chul, seorang profesor di Universitas Kyungnam.
Lim mencatat bahwa jembatan-jembatan tersebut juga dapat menjadi pesan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa Korut tidak punya alasan untuk memohon kepada Washington DC untuk pencabutan sanksi atau membuat konsesi tentang denuklirisasi agar dapat bernegosiasi.
Russia mencatat bahwa jembatan tersebut dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan angkutan barang yang lebih besar dengan kapasitas hingga 300 kendaraan per hari, menambah konektivitas jalur kereta api dan udara yang sudah ada antara kedua negara tetangga tersebut.
Namun kelompok hak asasi manusia Ukraina, Truth Hounds, sebelumnya memperingatkan bahwa pembukaan jembatan baru tersebut dapat menjadi jalur utama untuk memindahkan pasukan, brigade konstruksi, dan pejabat militer Korut ke Russia, dengan teknologi dan sumber daya Russia mengalir ke arah sebaliknya.
Pembukaan jembatan baru pada Senin (7/9) itu berlangsung di tengah peningkatan pesat hubungan militer dan ekonomi antara Russia dan Korut sejak Moskwa melancarkan serangan ke Ukraina pada tahun 2022.
Korut mengirim ribuan pasukan ke Russia pada tahun 2024 untuk membantu menangkis serangan Ukraina ke wilayah Kursk, sementara Kyiv menuduh Moskwa telah menggunakan misil Korut dalam serangan rutinnya.
Blok Trilateral
Pejabat Korut, Pak Thae-song, menurut kantor berita KCNA, mengatakan bahwa penyelesaian jembatan ini merupakan peristiwa penting yang menambahkan dinamika baru pada kerja sama bilateral secara keseluruhan.
Korut dan Tiongkok sebelumnya sudah terhubung oleh Jembatan Persahabatan Sino-Korea, yang secara rutin digunakan oleh kereta penumpang, tetapi kapasitasnya terbatas.
Setelah terhenti cukup lama, jembatan tersebut sebagian dibuka kembali dan memulihkan layanan kereta penumpang harian dengan Tiongkok pada awal tahun ini, tetapi belum melanjutkan penerbitan visa turis untuk warga negara Tiongkok, yang dulunya merupakan sebagian besar pengunjung luar negeri.
Korut telah lama menerapkan kontrol ketat terhadap pengunjung asing, dan secara efektif menutup perbatasannya pada awal pandemi enam tahun lalu.
Jembatan Sungai Yalu Baru, yang dimaksudkan sebagai alternatif dan kemungkinan pengganti Jembatan Persahabatan Sino-Korea, diperkirakan oleh para ahli akan selesai tahun ini.
"Penyelesaian jembatan ini mengirimkan pesan politik dan geopolitik yang menunjukkan pembentukan blok trilateral kontinental Korut-Tiongkok-Russia," kata Lim. AFP/I-1
- Jembatan
- tumen
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pemerintah Didorong Percepat Transformasi Ekonomi Hijau
-
Wali Kota Dorong Bandara Husein Kembali Jadi Gerbang Internasional Kota Bandung
-
Peringatan untuk Pekerja Lapangan! Ini Penyakit yang Muncul Saat Musim Hujan dan Banjir yang Harus Diwaspadai
-
Membaca “Generasi Emas 2045”: Gagasan Lintas Generasi untuk Membangun Manusia Indonesia
-
Tinggi Gelombang Bisa Mencapai Empat Meter di Perairan Talaud
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.